Suara Denpasar – Gelombang panas atau lebih dikenal dengan istilah heatwave merupakan periode cuaca panas yang berkepanjangan dibandingkan dengan kondisi yang diharapkan di daerah tersebut pada waktu itu, yang mungkin disertai dengan kelembapan yang tinggi. Dilansir dari laman metoffice.gov.uk, oleh Suara Denpasar, Selasa (25/4/2023).
Disebutkan bahwa ambang batas gelombang panas seperti yang terjadi di salah satu negara yang ada di Eropa, yaitu Inggris. Itu akan terpenuhi, jika di sebuah lokasi mencatat setidaknya tiga hari secara berturut-turut dengan suhu maksimum harian yang memenuhi atau melebihi ambang batas suhu gelombang panas
Sementara menurut BMKG Indonesia menyatakan bahwa gelombang panas Asia masih berlangsung, meski di Indonesia tidak terjadi. Pihak BMKG menyerukan agar tetap tenang dan waspada.
Lantas, apa sih yang menyebabkan terjadinya fenomena heatwave ini? Berikut penjelasannya.
Dilansir dari laman halodoc.com, Selasa (25/4/2023), penyebab terjadinya gelombang panas ini adalah karena adanya tekanan tinggi pada permukaan tanah. Di mana setiap 100 meter udara di dorong ke bawah, menyebabkan kenaikan suhu sebesar 1 derajat C.
Ada 2 faktor yang dapat menambah tingkat gelombang panas di suatu wilayah
1. Wilayah perkotaan yang padat penduduk
Jumlah penduduk yang melebihi dari satu juta, disebutkan akan lebih hangat 1-3 derajat C pada siang hari, tetapi akan meningkat pada malam hari dengan suhu sebesar 12 derajat C.
Selain itu, bangunan-bangunan di perkotaan yang begitu banyak dengan menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari bahan non reflektif akan mengurangi risiko terjadinya heatwaves.
Baca Juga: Dikira Robi Darwis Oleh Bobotoh! Untold Story Dedi Kusnandar di Persib Bandung
2. Perubahan iklim
Gelombang panas atau heatwaves memang terjadi secara alami, namun bisa meningkat dengan adanya perubahan iklim dari intensitas hingga frekuensinya.
Salah satu fakta yang secara signifikan dapat meningkatkan pemanasan global adalah emisi gas rumah kaca.(Rizal/*)
Tag
Berita Terkait
-
Cuaca Tak Mendukung, Berikut Tips Sehat Hadapi Cuaca Ekstrem
-
Pantau Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta, Fans Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Geram
-
Prakiraan Cuaca BMKG DKI Jakarta, Kapten Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Gagal Hadapi Theerathon Bunmathan?
-
Wajib Diketahui! Tips Melindungi Kulit di Cuaca Panas Menurut Ahlinya
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?