Suara Denpasar – Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menolak menerima berkas pendaftaran bakal calon legislatif (Bacaleg) dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo) lantaran datang terlambat.
Menurut keterangan Nurdin selaku Komisioner KPU DKI Jakarta Bidang Teknis Penyelenggaraan Pemilu, pihaknya memutuskan tidak menerima berkas tersebut setelah Perindo terlambat 10 menit dari pukul 16.00 WIB yang telah dijadwalkan.
“Perindo sendiri, mereka datang sudah lewat pukul 16.00 WIB, jadi pukul 16.10 WIB mereka baru datang sehingga kita tiba bisa terima,” kata Nurdin, sebagaimana disadur Suara Denpasar dari Antaranews, Sabtu (13/5/2023).
Selain datang terlambat, Nurdin mengatakan bahwa beberapa syarat administrative partai yang berada di bawah pimpinan Hary Tanoesoedibjo itu juga belum dimasukkan melalui aplikasi yang telah disediakan pihak KPU.
Adapun syarat yang harus dilengkapi itu yakni persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai berikut sekjen dan ketua umum.
Karena itu, KPU DKI kembali menjadwalkan Perindo agar hadir untuk melengkapi berkas pendaftaran bancaleg pada hari terakhir pendaftaran yaitu esok hari, Minggu (14/5/2023).
Rupanya hal semacam ini tidak hanya menimpa Perindo, tetapi Partai Hanura juga sempat mengalami kendala yang sama.
Karena persyaratan teknisnya kala itu bermasalah, Hanura harus mengurungkan niat mendaftarkan bancalegnya.
Kendati demikian, Hanura juga dijadwalkan kembali untuk mendaftarkan bancalegnya di hari selanjutnya usai kendala tersebut.
Baca Juga: Pilkada 2024, Pemprov Bali Anggarkan Rp 250 Miliar
Sebagai informasi, sejauh ini sudah tercatat ada 7 partai yang telah menyerahkan persyaratan admimistrasi, di antaranya iaolah PKS, PDIP, Nasdem, PPP, PAN, PKB, dan PBB.
Ketujuh partai tersebut telah ajeg mendaftarkan 106 bancalegnya untuk meramaikan pemilihan calon legislatif daerah DKI Jakarta 2024 mendatang. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis