Suara Denpasar - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Bali menanggapi kasus hukum yang dialami Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) NasDem, Johnny G Plate.
Sebagai Menkominfo, Johnny Plate telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi proyek penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 Bakti Kominfo Tahun 2020-2022.
Pasca itu, banyak dugaan yang mengatakan bahwa tersangkanya Johnny Plate adalah hukuman bagi Surya Paloh karena mengambil arah politik yang berlawanan. Atau ada intervensi politik dan intimidasi penguasa.
Salah satu yang menaruh curiga tersebut adalah pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Melalui Instagramnya Hotman mengatakan "Percaturan politik mulai makin tegang.
Menanggapi arus informasi tersebut, NasDem Bali mengatakan tetap menghargai proses hukum yang berlaku. Artinya apabila ada kader yang dianggap punya malasah maka biarkan hukum yang berbicara.
"Kalau kita lihat secara konstruksi hukum kita menyerahkan sepenuhnya kepada aparat hukum dalam hal ini Kejaksaan. Kita selalu menghormati apa yang menjadi keputusan-keputusan hukum yang ada di negara kita," terang Wakil Ketua Bidang Media dan Komunikasi DPW NasDem Bali, Agus Dei kepada Suara Denpasar, Jum'at (19/5/2023).
Agus Dei mengatakan NasDem secara nasional maupun sampai di tingkat yang paling rendah menghormati proses hukum yang sedang dialami Johnny Plate.
Pihaknya mempercayakan kepada Kejaksaan. Asalkan hukum tersebut benar-benar adil dan benar, tidak dibuat Abu Nawas.
"Pengujian kebenaran itu nanti di pengadilan tetapi yang kita minta adalah kebenaran dan keadilan yang betul-betul ditampilkan ke permukaan jangan ada yang dibuat secara Abu Nawas," tandasnya.
Baca Juga: Jadi Lumbung Suara, Partai NasDem Gelar Konsolidasi Wilayah Indonesia Timur di Bali
Soal NasDem menghargai proses hukum tersebut sudah disampaikan oleh Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, saat menggelar konferensi pers di NasDem Tower tanggal 17 Mei 2023 di Jakarta Pusat.
"Jadi proses hukum ini harus kita hormati. Kami tetap menghormati," kata Paloh saat konferensi pers tersebut. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Menkominfo Johnny G Plate Jadi Tersangka Dugaan Korupsi BTS, Hotman Paris: Percaturan Politik Mulai Makin Tegang
-
Johnny G Plate Tersangka Korupsi BTS 4G, Surya Paloh: 'Ini godaan pada diri saya...'
-
Menkominfo Johnny G Plate Jadi Tersangka Kasus Korupsi BTS, Kerugian Negara Rp8T
-
Budiarsa, Terdakwa Dugaan Korupsi Alat Kesehatan di RSUD Badung Dituntut Ringan
-
MAKI Desak Rektor Unud dan Tiga Tersangka Dugaan Korupsi Dana SPI Ditahan
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena