Suara Denpasar - Pantas Dedi Mulyadi mengkritik para pemimpin di Jawa Barat. Terutama kepada Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil hingga Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. Sebab, jalan rusak di Jawa Barat sepanjang tiga kali jarak antara Pandeglang, Banten sampai Banyuwangi, Jawa Timur.
Dia sempat mengungkapkan tidak fokusnya pengelolaan anggaran yang membuat program tidak berjalan dengan baik. Terutama soal penanganan jalan rusak.
Mantan Bupati Purwakarta dua periode ini mengungkap hal itu kepada Kepala Desa Sukasari, Subang, Oleh Solihin. Dia menyinggung pengelolaan dana di desa yang tidak fokus sehingga pembangunan infrastruktur jalan tidak berjalan dengan baik.
Ini terjadi lantaran anggaran dipecah-pecah ke banyak program, akhirnya wujudnya tidak jelas. Dia mencontohkan, setiap tahun anggaran untuk infrastruktur dibagi-bagi ke RW. Akhirnya tidak maksimal.
"Kalau membangunnya kayak gitu, rusak," katanya.
Menurutnya, lebih baik perbaikan jalan prioritas, bergiliran. Satu tahun anggaran untuk satu RW, dan seterusnya, sehingga selesai masalah jalan dalam hitungan beberapa tahun.
“Satu tahun satu RW. Misal tadi infrastruktur Rp400 juta, ya sudah itu fokuskan dulu tahun pertama untuk satu RW. Uang segitu bisa bikin jalan hotmix berkualitas tinggi. Selesai, Pak. Ada wujudnya. Jangan dibagi-bagi,” kata dia dilansir dari kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Rabu (7/6/2023).
Dia juga menuding, kebanyakan pembangunan saat ini mengalami kegagalan karena mengacu pada platform anggaran. Setiap OPD diberi jatah anggaran, kemudian diterjemahan masing-masing OPD.
Mestinya, anggaran fokus ke yang prioritas. Misal kebutuhan dasar publik di provinsi ini, yakni infrastruktur jalan. Dibuat rencana pembangunan yang dasar, yakni jalan penghubung desa, penghubung kecamatan, penghubung kabupaten, penghubung provinsi.
Kemudian setiap tingkatan memeriksa anggaran pemerintahan di bawahnya. Anggaran desa diperiksa bupati, gubernur memeriksa anggaran bupati, lalu anggaran gubernur diperiksa Mendagri apakah sudah sesuai dengan prioritas pembangunan, misalnya infrastruktur jalan.
"Semuanya dengan fokus yang sama. Lima tahun, Pak, selesai. Banyaknya jalan yang rusak ini akibat belanja pembangunan yang tidak tepat,” kata dia.
Saat hadir dalam acara wayang golek dengan dalang Dadan Sunandar, Kang Dedi juga menyatakan, salah satu programnya anda jadi gubernur Jawa Barat adalah prioritas pada perbaikan infrastruktur jalan.
“Kalau saya memimpin Jawa Barat, tidak akan ada lagi jalan ke pedesaan yang rusak. Jangan jalan itu di mana-mana rusak, tapi pemimpinnya naik pesawat,” sindirnya.
Lantas, bagaimana dengan kondisi infrastruktur jalan di Provinsi Jawa Barat? Dari penelusuran Suara Denpasar dalam laporan BPS bertajuk Provinsi Jawa Barat Dalam Angka 2023, terungkap pada 2022, panjang jalan di Provinsi Jabar mencapai 28.030,14, yang terdiri dari jalan kabupaten/ kota, provinsi, dan jalan negara atau jalan nasional.
Dari jumlah itu, yang dalam kondisi baik 16.999,93 kilometer, kondisi sedang 6.605,43 kilometer. Sedangkan yang rusak 2.015,96 kilometer, dan rusak berat sepanjang 2.408,82 kilemeter.
Berita Terkait
-
Dedi Mulyadi dan Maula Akbar Hengkang dari Golkar, Anne Ratna Makin PD, Purwakarta Kian Menguning
-
Bupati Purwakarta Anne Ratna Disebut di Hotel Bareng Pria, Ternyata Belum Resmi Cerai dari Dedi Mulyadi
-
Fix! Dedi Mulyadi Belum Menyerah, Ajukan Langkah Ini untuk Pertahankan Rumah Tangga dengan Anne Ratna Mustika
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Bos Go Ahead Eagles: Dean James Masih Gunakan Paspor Belanda!
Pilihan
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
Terkini
-
Brand Zaskia Adya Mecca Kena Komplain Baru Dipakai Sudah Rusak, Ini Klarifikasi Pemiliknya
-
Terbongkar! Ini Biang Kerok Macet Horor Cikidang-Palabuhanratu, Bukan Sekadar Volume Kendaraan
-
Rutan Kosong, Rumah Penuh: Akankah Status Tahanan Rumah Jadi Tren Pejabat?
-
Bahaya Kebiasaan Memutar Gas Sambil Menahan Rem di Motor Matik yang Sering Disepelekan
-
Gegara Selat Hormuz Tutup, Harga BBM di AS Tembus Rp 68.000
-
12 Tahun BRILink Agen Dari BRI Dorong Inklusi Keuangan Warga Desa, Sampai ke Nusa Tenggara Barat
-
BRILink Rieche Endah Permudah Transaksi Perbankan Warga dan Ciptakan Peluang Usaha di Sumbawa
-
FIFA Series 2026: Supporter Timnas Indonesia Diminta Beri Dukungan Maksimal
-
Misi Menyelamatkan APBN: Mengulik Potensi Pajak yang Hilang dari Program MBG
-
BRILink Agen Bukukan Transaksi Rp1.746 Triliun: Bukti BRI Percepat Inklusi Keuangan Nasional