Suara Denpasar – Kasus pungli hampir terjadi di setiap wilayah/daerah di Indonesia, termasuk di Jawa Barat. Pada postingannya Ridwan Kamil memberikan data kasus pungli yang terjadi di wilayah pemerintahannya, Jawa Barat serta memberikan petunjuk bagi yang ingin melaporkan kasus-kasus pungli yang mungkin bisa terjadi lagi.
“42 RIBU KASUS PUNGLI DISELESAIKAN, Oleh Tim Satgas Saber Pungli Jawa Barat selama 6 tahun terakhir. Dan 102 kasus ditangkap secara OTT. Semuanya berakhir ke pengadilan,” tulis akun @ridwankamil dikutip Suara Denpasar, Rabu (7/6/2023).
Berdasarkan data Satgas Saiber Pungli Prov Jawa Barat Per 11 Mei 2023 melalui unggahan akun instagram orang nomor 1 di Jawa tersebut, menyatakan ada 63.090 total pelaku pungli yang ditemukan di Jawa Barat.
Pelaku pungli tersebut terdiri dari 7 kelompok yakni TNI, POLRI, ASN, Honorer, Calo/Makelar, Perangkat Desa, dan Masyarakat umum.
Sementara jenis pungli yang terjadi diantaranya ada pungli pengurusan SIM, pungli dengan cara pemerasan hingga ada pungli Bantuan Sosial (Bansos).
Sedangkan untuk kasus OTT pada pungli terdapat 102 kasus dan penanganannya sekitar 42.596 kasus, dan yang melakukan klarifikasi ada 99 kasus, kasus pengaduan 514 kasus, intelijen 113 kasus, pencegahan terdapat 292 kasus dan yustisi sebanyak 233 kasus.
Untuk mencegah melebarnya kasus-kasus pungli yang terjadi di Jawa Barat, maka dapat dilaporkan melalui cara-cara berikut ini.
Cara Lapor Pungli:
1. SMS/WA/Facebook/Instagram
Baca Juga: Tiket Bola Indonesia vs Argentina Ludes dalam Sekejap, PSSI: Bisa Imbangi Panggung Musik Dunia
2. Email
3. Call Center/Telepon
4. Laporan Langsung
5. Surat Siberli (Sistem Informasi Pungli)
“Dan mari terus laporkan jika ada pungli di Jawa Barat melalui berbagai saluran laporan,” harap Ridwan Kamil. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Pidato soal Perbedaan di Depan Anies Baswedan, Ridwan Kamil Disebut Mirip Soekarno
-
Pantas Dedi Mulyadi Kritik Ridwan Kamil-Anne Ratna, Jalan Rusak Jawa Barat 3 Kali Jarak Pandeglang-Banyuwangi
-
Adu Strategi 2 Matahari! Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi Bersaing Ketat karena Tugas Khusus di Pemilu 2024
-
Dedi Mulyadi Bersihkan Sampah di Kabupaten Bandung, Ridwan Kamil Dapat Sindir Keras: 'Gubernur Cuma Ngartis di Instagram'
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai