Suara Denpasar - Mungkin banyak pasangan yang gagal bisa klimaks bersamaan. Atau yang jadi masalah adalah si suami atau cowok/ pria orgasme duluan yang membuat sang istri sebal. Psikolog Klinis Dewasa, Inez Kristanti memberi saran yang menarik.
Lantas bagaimana kalau strategi berhubungan intim dengan pasangan lebih mendahulukan si perempuan untuk mencapai klimaks, setelah itu yang lelaki?
"Benar gak sih kalau cewek harusnya dibikin klimaks dulu daripada cowok?" kata Inez dalam akun instagramnya.
Dia menyetakan, strategi dalam berhubungan intim itu ada benarnya. Sebab, kata dia, secara fisik perempuan itu bisa orgasme berkali-kali dalam waktu yang dekat yang biasa disebut multiple orgasm.
Hal ini, lanjut Inez, berbeda dengan lelaki yang biasanya setelah satu kali orgasme tidak bisa langsung orgasme lagi. Butuh waktu bagi laki-laki untuk bisa orgasme lagi.
"Jadi kalau cowoknya udah keluar duluan, biasanya dia perlu waktu untuk istirahat dulu. Namanya refractory periode, baru bisa lanjut lagi," tandasnya.
Sedangkan, kata dia, ketika lelaki orgasme duluan, ini akan jadi masalah sebab si cewek yang belum orgasme mungkin masih kepengen.
"Jadi biar sama-sama seneng, strateginya mungkin bisa fokus ke ceweknya dulu supaya orgasme, baru cowoknya," terangny.
Akan tetapi, Inez menyatakan, strategi itu tidak harus. Sebab setiap pasangan preferensi berbeda-beda dalam berhubungan intim.
Baca Juga: Selebgram Kontroversial Siskaeee Siap Bersaing dalam Kejuaraan Seks Eropa di Swedia?
Sejumlah netizen pun memberi komentar. Ada sebagian dari mereka berdasarkan pengalaman pribadi.
"Istri yang di atas, biar istri yang organsme dulan. Malah enak kalau organsmenya barengan," tandas @supra*******
"Bener harus cewek duluan yang klimaxs, kalau cowok duluan cewek sebal, dan lebih enak klimax barengan sama2 enak sama2 menikmati kalu klimaxs barengan sama2 lega," tandas @caac***.
"Iya bener aku dulu selesain, baru suami," tandas @deer***
"Win win solution," katanya @blognam***. (*)
Berita Terkait
-
Awas! Istri Jangan Ambil Semua Gaji Suami, Dokter: Bisa Jadi Gay
-
Viral Suami Tak Memberi Skincare ke Istri Bisa Dipenjara 3 Tahun, Netizen Malaysia Ingin Jiplak UU Indonesia
-
Denise Chariesta Akui Karma Hamil Tanpa Suami, Minta Maaf ke Ayu Dewi karena jadi Selingkuhan Regi Datau
-
Jalani Yoga Tantra Tujuh Tahun, Perempuan Ini Bisa Orgasme Tanpa Sentuhan
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Usul Gerbong KRL Khusus Wanita di Tengah, Menteri PPPA Arifah Fauzi dari Partai Apa?
-
Dompet Digital Kini Tak Sekadar Bayar, Poin Transaksi Bisa Jadi Emas
-
Vietnam Sampaikan Duka atas Kecelakaan KRL di Bekasi, Presiden To Lam Kirim Pesan ke Prabowo
-
Di Balik Sekolah Gratis: Ada 'Hidden Cost' yang Luput dari Jangkauan Hukum
-
Pemerintah Klaim Ketergantungan Indonesia ke Selat Hormuz Hanya 20 Persen
-
Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 37 TPA Pengganti Gratis bagi Anak Korban Little Aresha, Cek Daftarnya!
-
Pemprov DKI Jakarta Percepat Mitigasi Perlintasan Sebidang Pasca Tragedi Bekasi
-
Modal Sertifikat Pelatihan, Finalis Putri Indonesia Riau Jadi Dokter Kecantikan Abal-abal
-
5 Pilihan Air Cooler Portable Hemat Listrik buat Anak Kos, Kamar Adem Tanpa Boncos
-
Berkas Belum Rampung, KPK Perpanjang 30 Hari Masa Penahanan Fadia Arafiq