Suara Denpasar – Kualitas rumput home base PSM Makassar, Stadion Gelora BJ Habibie menjadi perhatian jelang laga kontra Bali United.
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra alias Coach Teco pun turut mengomentari rumput markas PSM Makassar tersebut.
Menurut Coach Teco rumput Stadion Gelora BJ Habibie, Pare Pare sangat membahayakan pesepakbola profesional.
Dia pun berharap wasit yang memimpin pertandingan juga bisa bersikap adil seperti yang dilakukan di putaran pertama kali lalu.
“Hanya yang berbeda adalah kualitas dari rumput yang jauh dari Stadion Dipta. Mudah-mudahan wasit juga memimpin pertandingan dengan bagus,” jelas Coach Teco dilansir dari laman resmi klub, Jumat 9 Juni 2023.
Meski begitu, Coach Teco menaruh respek dengan calon lawannya PSM Makassar dan mengakui kualitas dari juara Liga 1 2022/2023 itu.
Namun demikian, tidak hanya Coach Teco yang prihatin atas markas PSM Makasar, kalimat serupa juga disampaikan oleh netizen melalui kolom komentar Instagram PSM Makassar.
Laga putaran kedua Liga 1 play-off Champion of Champions ini akan berlangsung pada pukul 19.30 WITA langsung dari Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare.
“Kalopun harus terpaksa pakai stadion spek kandang ayam, minimal rumputnya mbok ya agak dirawat. Bahhh miris sekali juara liga pakai stadion spek kek gini,” sorot @bang_baron25
Baca Juga: Link Live Streaming PSS Sleman vs Borneo FC Diburu Suporter
“Klub elit, fasilitas dan stadion syulit,” kata @dody_wahyuk
“Pokoknya mau menang besar bagaimanapun besok pasti akan tetap di bully masalah lapangan,” kata netizen lainnya @amirul_alfatihh. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Punya Utang Pinjol di Bawah Rp1 Juta Bisa Ajukan KPR, Apa Dampaknya ke Perbankan?
-
Membaca Dalil-Dalil Agama Gus Dur: Menyusuri Jembatan Keilmuan Islam di Indonesia
-
Di Balik Bendera Besar pada Truk Bantuan: Murni Solidaritas atau Sekadar Pencitraan Global?
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia
-
Skandal Paspor Eredivisie: Pemain Keturunan Depok Bersyukur Belum Jadi WNI
-
Niat Jual Motor Curian via COD, Dua Pengamen Malah 'Terciduk' Polisi di Parkiran Minimarket
-
Sosok Bripda AS, Tersangka Penganiayaan Polisi Junior Polda Kepri hingga Tewas
-
Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh
-
Apa Itu Nafta? Yang Bikin Harga Plastik Makin Mahal