Suara Denpasar – Yoyok Sukawi melihat kekalahan PSIS vs Persijap bukan sesuatu yang Wajar, untuk ia memerintahkan Coach Alex Aldha Yudi.
PSIS Semarang sebagai klub peserta Liga 1 dikalahkan klub promosi Liga 2 Persijap Jepara dalam laga latih tanding.
Yoyok Sukawi selaku CEO PSIS Semarang menyaksikan langsung laga di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Minggu (11/6),
Politisi Partai Demokrat itu menyebut sebelum laga latih tanding, PSIS Semarang telah melakukan latihan dengan tekanan keras. Namun hasilnya belum maksimal.
Yoyok Sukawi mengaku kaget dengan permainan yang ditunjukan Persija Jepara hingga berhasil mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 3-2.
“PSIS benar benar latihan di press ketat jagoan pressing dan dikagetkan dengan agresivitas adik adik Persijap Jepara dalam melakukan tekanan di semua lini,” kata Yoyok dilansir dari instagram pribadinya.
Jika laga uji coba sebelumnya, PSIS Semarang menang maka para pemain dan pelatih diberikan match fee dan makan makan.
Karena lawan Persijap Jepara, maka Yoyok Sukawi memerintah pelatih agar memberikan hukuman dengan latihan fisik yang lebih keras.
"Karena kali ini kalah saatnya coach Alex Aldha Yudi tambahi porsi fisik sampe guling guling njempalik ya coach,” tegasnya.
Baca Juga: Pemain Asing Persib Belum Lengkap dalam Latihan, Luis Milla Bicara Keharusan
Lebih lanjut kata dia, jangan membiasakan menyebut kekalahan sebagai sesuatu yang wajar. Namun jadikan kekalahan sebagai pelecut dan bahan evaluasi.
“Kita jangan biasakan kekalahan sebagai sesuatu yang wajar, jadikan kekalahan sebagai pecut dan bahan evaluasi.”
“Masih banyak kesalahan individu dan kurang tenang menghadapi tekanan pressing ketat,” pungkasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Mengenal Sandiana Soemarko, Filantropis Indonesia di Balik Berbagai Aksi Kemanusiaan
-
Penetapan Tersangka Raudi Akmal Dipertanyakan, Kuasa Hukum Singgung Putusan Pengadilan
-
Tahan Uruguay, Pelatih Tanjung Verde: Ini Utang ke Timnas Kecil
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
NGORBIT: Dari Skripsi ke Dunia Gaib, Perjalanan Raka di Film 'Dukun Magang'
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Prediksi Yordania vs Aljazair: Adu Taktik dan Duel Bintang Demi Lolos Fase
-
Tiga Tahun Disekap Kekasih di Bandung, Pesan Kabar Baik ke Keluarga Ternyata Akal-akalan Pelaku
-
Ancol Kaji Hapus Tiket Per Orang, Siapkan Skema 'Special Zone' Berbasis Parkir
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T