Suara Denpasar - Kontroversi mengenai Pondok Pesantren atau Ponpes Al Zaytun tengah menghebohkan publik dengan berbagai polemik pada beberapa hari terakhir.
Seperti diketahui, Ponpes Al Zaytun yang berlokasi di Indramayu, Jawa Barat ini diduga mengajarkan ajaran menyimpang untuk para santri hingga membuat masyarakat cukup khawatir dan menimbulkan berbagai polemik.
Menanggapi hal tersebut, pemerintah segera menyiapkan 3 langkah dalam penyelesaian polemik yang terjadi di Ponpes Al Zaytun tersebut.
Hal ini diungkap langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam) Mahfud MD.
Dilansir dari laman PMJ News, dalam keterangannya Mahfud MD menjelaskan jika langkah yang akan diambil pemerintah tidak akan menghentikan proses belajar yang dilakukan para santri.
Menurut Mahfud MD, dugaan kuat adanya masalah di Ponpes Al Zaytun diperoleh pihaknya berdasarkan adanya laporan baik yang masuk langsung ke Kemenko Polhukam dan dari tim Kang Emil di Jawa Barat.
“Ada tiga langkah. Pertama semua laporan baik yang masuk langsung ke Kemenko Polhukam maupun yang disimpulkan oleh timnya Kang Emil di Jawa Barat. Ada dugaan kuat telah terjadinya masalah,” jelas Mahfud MD dikutip dari laman resmi PMJ News pada Selasa (27/6).
Lebih lanjut Mahfud MD mengatakan jika ditemukan juga adanya unsur pidana yang terjadi terkait polemik Ponpes Al Zaytun tersebut.
Bukan hanya itu saja, dirinya bahkan menyebut pasal pidana tersebut akan segara ditangani langsung lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
“Polri bakal menangani tindak pidananya. Pasal-pasal apa yang nanti akan menjadi dasar untuk melanjutkan proses pidana nanti akan diumumkan pada waktunya,” tambahnya kemudian.
Berlanjut, langkah kedua yang dilakukan, Mahfud MD yakni menjelaskan diberikannya sanksi administrasi kepada Yayasan Pendidikan Islam (YPI) yang mengelola Ponpes itu.(*/Ana AP)
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Capres Anies Baswedan Pimpin Jihad Bersama Habib Rizieq, Siap Ratakan Ponpes Al Zaytun Pimpinan Panji Gumilang?
-
Pendiri Ponpes Al-Zaytun Ngaku Ikut Mazhab Bung Karno, Campur Shaf Wanita dan Pria saat Shalat Ied
-
Satgas Khusus Dibentuk Buntut Kasus Kekerasan Santri di Ponpes Gontor, Ini Tugasnya
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Pondok Modern Ibadurrahman Gugat Kemenag, Nilai Pencabutan NSP Cacat Prosedur
-
Indonesia Mau ke Piala Dunia 2030? DPR: Syaratnya Satu, Siapkan Anggaran
-
Rombak Aturan Pasar Modal, OJK Target Demutualisasi Tuntas September 2026
-
Krisis Murid Berujung Merger 3 SDN di Kota Serang: Rombel Dipangkas, 3 Guru Terdepak
-
Ketua KPK dan Jaksa Agung Bahas Nasib Kasus Febrie Adriansyah, Bakal Disupervisi?
-
Didesak Hajar 'Bajingan' Kasus Eks Jampidsus, Prabowo Disentil Jangan Cuma Omon-omon
-
Jamin Jalur Wisata Bersih Bangunan Liar, Pemkab Cianjur Minta Pedagang Tunggu Kajian Relokasi
-
9 Rute Transjakarta Terdampak Rekayasa Imbas Pembongkaran JPO Tendean
-
Statistik Buktikan Mikel Merino Super Sub Terbaik di Piala Dunia 2026, Prancis Korban Selanjutnya?
-
5 HP Murah RAM Besar Harga Rp1 Juta Terbaik sesuai Review