Suara Denpasar – Berkarier di luar negeri rupanya tak membuat nilai pasar Pratama Arhan naik. Sebaliknya sejak dua musim terakhir membela klub Liga 2 Jepang (J-League 2), Tokyo Verdy nilai pasar eks pemain PSIS Semarang justru turun.
Meski sudah dua musim membela Tokyo Verdy, Pratama Arhan masih minim mendapatkan menit bermain.
Hal ini yang diduga kemudian membuat nilai pasar Pratama Arhan menurun.
Meski jarang mendapatkan kesempatan menit bermain tetapi tak mengubah peruntungan pemain kelahiran Blora, Jawa Tengah itu saat memperkuat Timnas Indonesia.
Nama Pratama Arhan selalu menjadi pilihan utama pelatih Timnas Indonesia baik di Timnas Indonesia Senior yang diasuh Shin Tae-yong maupun Timnas Indonesia U-23 di bawah arahan Indra Sjafri.
Bersama Timnas Indonesia U-22 yang dikomandoi Indra Sjafri, Pratama Arhan menjadi bagian penting dari keberhasilan skuad Garuda Muda merebut medali emas SEA Games 2023 di Kamboja.
Sebuah prestasi yang membanggakan mengingat Indonesia sudah cukup lama puasa merebut medali emas di ajang SEA Games yang terakhir kali direbut pada 1991.
Dikutip Suara Denpasar dari laman Transfermarkt, harga pasaran Pratama Arhan selama membela PSIS Semarang sebesar Rp 5,65 miliar.
Kemudian sejak bergabung dengan Tokyo Verdy pada 2022 lalu. Nilai pasar Pratama Arhan diketahui turun menjadi Rp 4,35 miliar per 6 Januari 2023.
Baca Juga: Ramai Bobotoh Kritik Pelatih Persib Bandung Luis Milla Jelang Liga 1: Jangan Paksa Pemain...
Artinya harga pasaran pemain yang dikenal memiliki lemparan dalam mematikan itu turun sekitar Rp 1,3 miliar.
Sejauh ini sejak memberikan satu assist melalui lemparan ke dalam saat membela Tokyo Verdy di ajang Piala Kaisar Jepang beberapa waktu lalu.
Pratama Arhan belum mendapat kepercayaan untuk tampil secara reguler di starting eleven tim. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Siap Merumput di Liga 1, Gali Freitas Optimis Bawa PSIS Semarang Naik Peringkat
-
Harga Makin Melambung Tinggi, Pratama Arhan Kini Diminati Pelatih Klub Kasta Atas Liga Brazil
-
Dipercaya Shin Tae yong saat Timnas Indonesia VS Argentina, Eks PSIS Dikomen Begini, Kalah Saing?
-
Sempat Dinilai Bawa Sial untuk Carlos Fortes, PSIS Semarang Istirahatkan 2 Nomor Punggung Ini, Taisei-Vitinho Tukar Keberuntungan
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Hina Kapolda NTB, WNA Asal Prancis Dihukum 3 Bulan Penjara
-
Arab Saudi Ubah Tarif Bea Masuk 51 Komoditas, Kemendag Minta Eksportir RI Tangkap Peluang
-
Prancis Tersingkir, Taktik Individualis Didier Deschamps Resmi Gagal Total?
-
Peneliti ITB Ungkap Potensi Sawit, Ternyata Bisa Diolah Jadi Bensin
-
Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Tito: Biaya Pilkada Tinggi, Akhirnya Cari Jalan Tak Benar
-
Coffee Shop dan Ruang Tenang Bagi Gen Z: Bukan Lagi Sekadar Tempat Ngopi
-
5 Cara Cek Nomor Indosat Pakai Internet dan Tidak, Praktis dan Cepat
-
KPK Geledah Rumah Etik Suryani di Laweyan 1,5 Jam, Angkut 2 Koper
-
Hackathon Digital Cooperatives 2026 Cetak Inovasi AI untuk Percepat Digitalisasi Koperasi Indonesia
-
Tembus Pasar Besar dengan Konservasi, BRI Berikan Dukungan Penuh Suhita Lebah