Suara Denpasar – Beredar kabar Timnas Indonesia naturalisasi pemain asal klub terkenal Bayern Munchen.
Sosok yang dikabarkan itu adalah David Jonathans, benarkah ia dinaturalisasi dan akan membela tim nasional Indonesia?
Kabar itu diunggah dan disebarkan oleh kanal YouTube GASNU CHANNEL hari ini, pada Kamis, 13 Juli 2023 dengan durasi video 10 menit 31 detik dan sudah ditonton 9,4 ribu kali sejak 15 jam diunggah.
Video itu disebar dengan judul ‘Kabar Timnas Terbaru! Naturalisasi Gila David Jonathans Bayern Munchen – Welber Jardim DKK Pikul U-17’, dilansir Suara Denpasar pada Kamis, (13/7/2023).
Selain itu, pada thumbnail video juga dituliskan,‘Naturalisasi Gila David Jonathans Monster Tandem Welber Jardim Timnas U-17’.
Guna mendapatkan fakta sesungguhnya, Suara Denpasar melakukan penelusuran cek fakta, berikut ini hasilnya.
CEK FAKTA
Setelah diputar, video itu menampilkan cuplikan-cuplikan laga Timnas Indonesia, serta laga-laga sepak bola lainnya.
Kemudian sang narator menyampaikan bahwa David Jonathans, pemain asal Belanda yang sedang memperkuat Bayern Munchen dinaturalisasi oleh Indonesia.
Baca Juga: Profil Staffan Qabiel, Pemain TC Timnas Indonesia U-17 dari Spanyol Keturunan Salatiga
“David Jonathans kini digadang akan mengikuti dua pemain lainnya yang sudah bergabung dengan Timnas Indonesia,” ucap sang narator tanpa bukti dan suber yang kredibel.
Berdasarkan narasi pada judul berita, sosok David dikabarkan akan bergabung dengan Timnas Indonesia U-17, sedangkan faktanya, David sendir sudah berusia di atas 17 tahun.
Dikutip dari transfermarkt.com, David Jonathans sudah bergabung dengan Bayern Munchen U-19 sejak 1 Juli 2023 lalu.
Selian itu, kewarganegaraannya masih tercatat sebagai warga negara Belanda, bukan Indonesia, jadi tidak benar bahwa ia sudah dinaturalisasi ke Indonesia.
Sementara itu, dikutip dari serang.suara.com, ada tiga pemain naturalisasi yang akan membela Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia mendatang.
Tiga orang tersebut bukanlah David Jonathans sebagaimana dikabarkan oleh kanal YouTube itu, melainkan faktanya ialah Julian Oerip, Welber Jardim, dan Gabriel Han Willhoft King.
Berita Terkait
-
Tiga Pemain Timnas Indonesia Dilarang Bermain Oleh AFC, Wajib Bayar Denda Ribuan Dolar, Shin Tae Yong Murka Hingga PSSI Rugi?
-
CEK FAKTA: Demi Memajukan Timnas Indonesia, Shin Tae Yong Rela Masuk Islam?
-
Pelatih Jeonnam Dragons Akhirnya Akui Kehebatan Bek Timnas Indonesia Asnawi Mangkualam Setelah Sempat Disisihkan
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
7 Sepatu Lari Warna Pastel yang Bikin OOTD Olahraga Kamu Makin Cantik di Instagram
-
Pramono Sebut Kelenteng Tian Fu Gong Bisa Jadi Ikon Wisata Religi Jakarta
-
4 Rekomendasi Lampu Sepeda Terbaik 2026 dan Harganya
-
6 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Mei 2026: Kualitas Bintang Lima, Harga Juara
-
Daftar Lengkap 5 Kapolda Baru yang Resmi Dilantik Kapolri Hari Ini
-
Zoe Kravitz Dampingi Harry Styles di Pembukaan Tur Dunia, Rumor Tunangan Makin Kuat
-
Tensi Perang Dagang AS-Tiongkok Mereda, Stabilitas Dolar dan Pasar Saham Mulai Kalem
-
Sammy Simorangkir Hipnotis Senayan dalam Konser '20SSS' yang Penuh Haru
-
Bupati Bogor Rudy Susmanto Lepas 335 Jemaah Haji Kloter 24: Doakan Kelancaran dan Haji Mabrur
-
Skandal LCC 4 Pilar MPR RI 2026: Anatomi Ketidakadilan di Atas Panggung Konstitusi