News / Nasional
Minggu, 17 Mei 2026 | 21:27 WIB
Ilustrasi Donald Trump dan Xi Jinping [Suara.com/HD-diedit dengan AI]
Baca 10 detik
  • Presiden Tiongkok dan Amerika Serikat bertemu pada Minggu (17/5/2026) untuk membahas penyelesaian konstruktif konflik perang dagang kedua negara.
  • Kedua pemimpin berpotensi menyepakati perdagangan produk strategis seperti hasil pertanian, minyak, dan pesawat sebagai solusi bagi ekonomi.
  • Kesepakatan tersebut diproyeksikan dapat menstabilkan pasar keuangan, menekan volatilitas investasi, serta meredakan ketegangan rantai pasok global.

Suara.com - Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menilai pertemuan antara Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpotensi membuka jalan menuju penyelesaian yang lebih konstruktif dalam konflik perang dagang dua ekonomi terbesar dunia.

Menurut Ibrahim, sinyal positif dari komunikasi kedua pemimpin tersebut memberi harapan terhadap terciptanya skema win-win solution yang selama ini dinanti pasar global setelah ketidakpastian panjang menekan perdagangan internasional.

“Dari segi perang dagang, pertemuan antara Xi Jinping dan Trump ini membuahkan hasil, ya, kemungkinan besar akan ada win-win solution untuk perang dagang,” kata Ibrahim kepada wartawan, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, potensi kesepakatan itu dapat menjadi katalis penting bagi stabilitas pasar keuangan dunia, termasuk menenangkan pergerakan dolar AS, harga komoditas, hingga sentimen investasi global.

“Ya, ini pun juga akan menenangkan pasar,” ujarnya.

Ibrahim memproyeksikan salah satu bentuk solusi yang mungkin muncul adalah peningkatan kerja sama perdagangan langsung, termasuk pembelian produk-produk strategis Amerika Serikat oleh Tiongkok.

Ia menyebut Tiongkok berpotensi meningkatkan impor hasil pertanian Amerika, minyak, hingga pesawat Boeing sebagai bagian dari keseimbangan dagang baru.

“Tiongkok akan membeli hasil-hasil pertanian Amerika, kemudian Tiongkok juga akan membeli minyak dari Amerika, kemudian akan membeli pesawat Boeing,” beber dia.

Jika skenario tersebut terealisasi, tensi perang dagang yang selama ini membebani rantai pasok global dapat mereda. Kondisi itu dinilai berpotensi menurunkan tekanan terhadap sektor manufaktur, perdagangan komoditas, dan pasar saham internasional.

Baca Juga: Kesepakatan China-AS Jadi 'Omong Kosong', Perang Masih Ancam Ekonomi Dunia

Bagi pasar, meredanya konflik dagang AS-Tiongkok juga dapat mengurangi kekhawatiran perlambatan ekonomi global yang selama ini kerap memicu volatilitas tinggi di berbagai instrumen investasi.

Meski begitu, Ibrahim menilai pelaku pasar tetap perlu berhati-hati karena implementasi nyata dari hasil pertemuan kedua negara akan menjadi faktor penentu, bukan sekadar sinyal diplomatik awal.

Selain berdampak pada perdagangan, perkembangan hubungan Xi dan Trump juga dapat mempengaruhi arah harga minyak dunia serta kekuatan dolar AS, terutama jika kerja sama energi menjadi salah satu bagian utama kesepakatan.

Load More