Suara Denpasar - Seleksi pemain Timnas U-17 Indonesia yang dilakukan di Bali United Training Center untuk persiapan Piala Dunia U-17 2023 telah mencatatkan rekor dengan jumlah peserta yang mencapai 947 orang. Ketua Umum PSSI Erick Thohir ikut meninjau terkait proses seleksi tersebut.
Provinsi Bali dianggap telah memecahkan rekor dengan jumlah peserta seleksi yang sangat besar dengan total 947 peserta. Erick Thohir memberikan semangat kepada para peserta dan mengharapkan mereka memberikan yang terbaik untuk diri mereka sendiri dan untuk timnas U-17 Indonesia.
Selain peserta dari Bali, seleksi juga diikuti oleh peserta dari berbagai kota di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Maluku. Bali menjadi tempat ketiga dari 12 daerah di Indonesia yang menjadi lokasi seleksi pemain timnas U-17.
Sebelumnya, seleksi sudah dilaksanakan di Bandung dan Palembang dengan jumlah peserta masing-masing sebanyak 187 dan 147 orang.
Seleksi di Bali diharapkan akan semakin kompetitif dan kemungkinan akan menghasilkan lebih banyak peserta yang terpilih dibandingkan dua kota sebelumnya.
Setelah melalui seleksi, para peserta yang berhasil lolos akan mengikuti pemusatan latihan timnas U-17 di Jakarta pada bulan Agustus. Di Jakarta, seleksi akan dilakukan kembali untuk menentukan pemain yang akan dikirim ke Jerman.
Namun, seleksi dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan mendapatkan kritik pedas dari pengamat sepak bola, Akmal Marhali.
“Seleksi dengan peserta sampai ribuan sangat tidak ideal. Ini menggambarkan bahwa talent scout kita gak berjalan. Begitu juga bank data pemain. Jadi seperti acara partai mengumpulkan massa. Tidak efektif dan efisien,” tulis Akmal Marhali pada kolom komentar akun fanbase @pengamatsepakbola pada Minggu (16/7/2023).
Menurutnya, seleksi dengan jumlah peserta yang sangat besar tidak ideal dan menunjukkan bahwa sistem talent scout kita tidak berjalan dengan baik. Ia juga menyebut bahwa bank data pemain juga belum efektif.
Baca Juga: Hangat Diperbincangkan! Rumor Eks Pelatih Persib, Luis Milla ke Bali United, Coach Teco Out?
Akmal Marhali menganggap bahwa seleksi yang seperti ini hanya seperti acara partai yang mengumpulkan massa, tanpa efektivitas dan efisiensi yang baik.
Seleksi pemain Timnas U-17 di Bali telah mencatatkan rekor dengan jumlah peserta yang sangat besar, namun kritik pedas dari Akmal Marhali mengingatkan akan pentingnya efektivitas dan efisiensi dalam proses seleksi pemain muda. Hal ini menjadi catatan penting bagi pengembangan bakat sepak bola di Indonesia.(*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung