Suara Denpasar- Rendy Kjaernett membuat pengakuan bahwa tato bergambar wajah wanita mirip Syahnaz Sadiqah di punggungnya menghabiskan dana yang tidak sedikit. Bahkan mencapai puluhan juta rupiah.
"Per gambar ya kalau harga ya lumayanlah," ungkap Rendy Kjaernett saat ditanya soal biaya menato dilansir dari tayangan Rumpi di YouTube Trans TV Official.
"Puluhan juta ada?" tanya Feni Rose lagi sebagai host. "Ada," jawab Rendy.
Ia pun menyesali keputusannya menato wajah Syahnaz di punggungnya itu. Rendy Kjaernett juga mengatakan bahwa rasa sakit hati kepada mantan selingkuhannya itu bahkan terlampau lebih besar dari biaya mentato yang dilakukannya.
"Iya sebenarnya balik lagi kalau uang bisa dicari. Cuma namanya sakit hati nggak bisa dibayar pakai apa-apa kak," ucap Rendy Kjaernett.
Lebih lanjut, Rendy Kjaernett pun menyebut jika ia tidak mempermasalahkan jika harus mengeluarkan biaya untuk menghapus tatonya. Ia ingin sesegera mungkin menghilangkan tato wajah Syahnaz Sadiqah itu di punggungnya.
"Makanya kemarin ke Koh Hendric, berapa aja yang penting ini (hilang) tolong banget. Untung dia mau tuh," kata suami Lady Nayoan itu.
Rendy Kjaernett pun mengatakan bahwa ia lantas memilih untuk menimpa tato wajah Syahnaz dengan gambar lain lantaran adanya pertimbangan waktu.
"Bukan masalah harganya sih kak tapi karena lebih lama. Ada berapa sesi itu terus nggak bisa hilang bersih terus butuh waktu berkali-kali," ujarnya.
Baca Juga: Hendric Shinigami Ungkap Efek Hapus Tato yang Dilakukan Rendy Kjaernett, Berbahaya?
"Dari aku (ide gambar pengganti) cuma aku diskusiin sama Koh Hendric kan dia lebih paham ya," tuturnya.
Seperti diketahui, polemik rumah tangga Rendy Kjaernett dan Lady Nayoan masih terus. Keduanya pun telah menjalani sidang perdana yang beragenda mediasi. Namun, dari pihak majelis hakim mengagendakan sidang media lanjutan yang akan berlangsung 2 Agustus mendatang.
Hal tersebut lantaran dari pihak Rendy Kjaernett masih bersikukuh untuk tetap mempertahankan rumah tangganya dengan Lady Nayoan. Sementara sang istri, Lady Nayoan sendiri tetap ingin menggugat cerai Rendy Kjaernett. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Bantu Rendy Kjaernett Ganti Foto Syahnaz di Punggungnya, Hendric Shinigami: Kok Cowok Sebego Itu!
-
Rendy Kjaernett Lebih Pilih Lakukan Penggantian Tato Secara Normal dan Rela Sakit, Ternyata Ini Alasannya
-
Hendric Shinigami Sebut Kemungkinan Alasan Rendy Kjaernett Hapus Tato hingga Tidak Pertanyakan Soal Harga, Demi Lady Nayoan?
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Langgar RTRW di Batang Anai, Eksekusi Mulai 16 Februari
-
7 Fakta Mengejutkan Penangkapan Dua Oknum TNI di Babel, Diduga Terlibat Pengiriman Timah
-
Kronologi Penerima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tewas Usai Tabrakan di Pacitan
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak