Suara Denpasar - Baru baru ini beredar sebuah video viral di media sosial Twitter, dalam video tersebut terlihat keluarga korban tragedi Kanjuruhan yang ingin menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo namun dihadang oleh seorang anggota TNI.
Video tersebut diunghah oleh akun Twitter @rafilsafat, dalam video tersebut seorang anggota TNI terlihat membentak seorang ibu yang diduga sebagai salah satu ibu dari korban Kanjuruhan.
"Hari ini (24/07/2023) keluarga korban tragedi Kanjuruhan melakukan penyambutan kedatangan Presiden Jokowi, dengan membentangkan foto anak-anak mereka yang menjadi korban dan beberapa poster, Alih-alih didengar, mereka malah mendapat intimidasi dari abdi negara idaman mertua," tulis akun @rafilsafat.
Dalam video tersebut, Setelah dibentak oleh aparat, ibu tersebut mengatakan jika dirinya hanya ingin membentangkan spanduk untuk meminta keadilan mengenai anaknya yang jadi korban tragedi Kanjuruhan kepada Jokowi, namun dihadang oleh aparat.
"Anak saya mati, anak saya mati, anak saya mati. Saya enggak bikin keributan di sini. Saya enggak orasi, saya cuma diam sama gini tok (membentangkan spanduk saja)," ucap seorang wanita dalam video tersebut.
Sontak video viral itu mendapat banyak respom dari Warganet yang menyoroti hal yang dilakukan oleh aparat kepada ibu tersebut.
"Gilak, ibu korban loh dibentak, gak abis pikir sama aparat di negeri ini sekarang" tulis komentar Warganet bernama antonela.
"Mestinya aparat keamanan cukup mengawal demo korban kanjuruhan kpd kunjungan presiden agar aman dan tdk anarki bukan melarang dg mnbentak rakyat, ibu ibu lagi, Di mana kemanusiaan yg adil dan beradab nya wahai aparat ?" Tulis akun @A ros. (*/Ana AP)
Baca Juga: Rusuh Pertandingan Persik Vs Arema, Ketum PSSI Erick Thohir Ingatkan Tragedi Kanjuruhan
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Timnas Indonesia Masih Bisa Lolos Piala Dunia 2026? FIFA Dikabarkan Gelar Play-off Tambahan
-
Apa Beda Whistleblower dan Justice Collaborator di Kasus Pelecehan FH UI?
-
7 Fakta Tragedi Calon Jemaah Haji di Jepara yang Meninggal Jelang Keberangkatan
-
Kasus Siswa SMP Siak Meninggal: Kementerian PPPA Minta Evaluasi Praktik Sekolah
-
BRI Dukung Komunitas Hiking, Burjo Ngegas Gombel Hadirkan Ruang Kolaborasi Positif
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Kreatif Saja Tak Cukup, UMK Kuliner Perlu Bimtek untuk Tembus Pasar Lebih Luas
-
16 Nama Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual ke 27 Orang
-
Waspada! Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Sejumlah Titik di Sleman