Suara Denpasar - Pelatih timnas Indonesia U-17, Bima Sakti melakukan seleksi untuk skuad Merah Putih di Samarinda, Kalimantan Timur.
Dilansir dari akun instagram resmi PSSI, seleksi tersebut diikuti oleh 168 peserta. Dengan penuh antusias dan menunjukkan segenap kemampuan yang dimiliki agar bisa menjadi bagian dari timnas Indonesia U-17.
Seleksi yang dilakukan di Training Center Borneo FC Samarinda ini pada Sabtu (22/7/2023).
Dalam unggahan instagram PSSI tersebut, Bima Sakti menyebutkan bahwa para peserta seleksi, benar-benar bekerja keras, maksimal dan memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan.
“Yang pasti mereka ngeyel ya, ngotot, kemudian pantang menyerah, bekerja keras, maksimal serta memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan,” ungkap pelatih timnas Indonesia U-17, Bima Sakti dikutip Suara Denpasar dari akun instagram @pssi, Selasa (25/7/2023).
Seleksi ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan yang dilakukan oleh Bima Sakti bersama tim agar mendapatkan tim terbaik jelang perhelatan Piala Dunia U-17 mendatang.
Namun, seorang netizen masih meragukan kemampuan yang dimiliki oleh Bima Sakti sehingga memberikan komentar menohok dengan menyarankan agar Bima Sakti dan para pelatih lokal lainnya untuk belajar ilmu sepak bola di luar negeri terlebih dahulu.
Bahkan meminta pelatih luar untuk mengambil alih untuk melatih timnas Indonesia U-17.
“Gak yakin sama Bima sakti, maaf nih bukan diremehin atau apa, memang kenyataan kayak gitu, ngeri kebobolan banyak,” komen @n.aji_.
“Seharusnya pelatih-pelatih lokal menimba ilmu dulu ke Eropa dan lain-lain (biar pengalaman) seharusnya pelatih timnas U17 pake pelatih luar, sama wajib banyak pemain naturalisasi keturunan,” tambahnya.
“Setuju sih, tapi kata bang Tomi PSSI nunjuk Bima Sakti itu karena mau nerapin filanesia dari U17 dimana nanti karakter dan cara main timnas pildun itu sesuai kurikulum filanesia yang akan diaplikasikan diformasi 433,” timpal @ilaziztm. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Timnas Indonesia Akan Hadapi Timnas Jerman di FIFA Matchday, Netizen Prediksi Gagal
-
Kabar Baik! Atlet Muda dengan Tinggi Badan di Bawah 170cm Kini Bisa Ikut Seleksi Timnas Indonesia U-17
-
Ngeri! Konsultan Baru Timnas Indonesia Frank Wormuth Terinspirasi Filosofi Jurgen Klopp di Liverpool, Terapkan di Skuad Bima Sakti?
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi
-
Polisi Temukan Bukti Permulaan, Kasus Kematian Sutrimo Naik ke Tahap Penyidikan Pidana
-
Kita Cari! Bahar bin Smith Geruduk The Sounds Project Buru Pelaku Hafalan Quran Hadiah Miras
-
Konvoi Usai Menang Futsal Berujung Petaka, 9 Pelajar Diamankan Polisi di Solo
-
Polresta Cirebon Sita 6.964 Butir Obat Keras Ilegal, Tiga Pengedar Ditangkap
-
Kolaborasi Kampus dan Industri Dinilai Penting untuk Bangun Kota Berkelanjutan
-
Mahasiswa Tersangka Tabrak Lari di Bandung Mengemudi dalam Kondisi Mabuk
-
Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya
-
Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci