/
Kamis, 27 Juli 2023 | 11:57 WIB
Potret warga Pekutatan bangun jembatan (Youtube)

Suara Denpasar - Jembatan penghubung di Desa Pekutatan, Kabupaten Jembrana, akhirnya membuat jembatan darurat.

Jembatan itu digunakan untuk menghubungkan dan membantu akses warga desa. Dan, sebagai ganti jembatan permanen yang rusak sejak Oktober 2022 akibat diterjang banjir.

Pengakuan warga, mereka akhirnya membangun jembatan darurat karena Pemkab Jembrana

"sibuk". Disebut sibuk karena sampai saat ini belum ada tindakan nyata membantu warga. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga yakni I Gede Ady Wirawan.

Ungkap dia, seperti dikutip denpasar.suara.com dari kanal Youtube Jarak TV, Kamis (27/7/2023).

Jembatan ini adalah penghubung antara Banjar Dangin Pangkung dan Dauh Pangkung. Di kawasan ini juga terdapat banyak vila dan akomodasi wisata.

"Ini sudah dua kali dibuat jembatan darurat. Harapan kami pemerintah mesti memprioritaskan apalagi ini adalah daerah pariwisata," begitu katanya. 

Namanya juga jembatan darurat, maka jembatan ini hanya bisa dilintasi orang dan juga sepeda motor. Mengingat, bahan utama dari jembatan yang berasal dari uang swadaya warga terbuat dari bambu.

"Warga membuat jembatan darurat agar akses jalan lebih mudah untuk di lalui, pengerjaan jembatan darurat ini di kerjakan secara swadaya oleh masyarakat menggunakan uang pribadi,” terangnya.

Baca Juga: Golose, Polisi yang Ditakuti Preman di Bali Kini Bergelar Profesor

Untuk pemilik kendaraan roda empat harus memutar ke arah jalan nasional yang jaraknya terbilang cukup jauh.

"Jembatan darurat ini hanya bertahan enam bulan saja karena lapuk. Dan, setiap enam bulan diperbaiki. Kita takut membahayakan warga yang melintas kami bersama warga yang peduli memperbaikinya lagi secara swadaya. Sepengetahuan kami pemerintah desa sudah melaporkan permasalahan ini ke kabupaten," sebutnya.

Perbekel Desa Pekutatan I Gede Silagunada mengatakan, akses jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dan penanganan serta kewenangan pemerintah kabupaten.

Pemerintah desa sudah melaporkan hal ini ke kabupaten bahkan sudah sempat di tinjau oleh wakil bupati bersama Kadis PU dan tim. "terang perbekel Pekutatan kepada wartawan. Di bagian lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jembrana I Wayan Sudiarta belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini. ***

Load More