Suara Denpasar - Jembatan penghubung di Desa Pekutatan, Kabupaten Jembrana, akhirnya membuat jembatan darurat.
Jembatan itu digunakan untuk menghubungkan dan membantu akses warga desa. Dan, sebagai ganti jembatan permanen yang rusak sejak Oktober 2022 akibat diterjang banjir.
Pengakuan warga, mereka akhirnya membangun jembatan darurat karena Pemkab Jembrana
"sibuk". Disebut sibuk karena sampai saat ini belum ada tindakan nyata membantu warga. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu warga yakni I Gede Ady Wirawan.
Ungkap dia, seperti dikutip denpasar.suara.com dari kanal Youtube Jarak TV, Kamis (27/7/2023).
Jembatan ini adalah penghubung antara Banjar Dangin Pangkung dan Dauh Pangkung. Di kawasan ini juga terdapat banyak vila dan akomodasi wisata.
"Ini sudah dua kali dibuat jembatan darurat. Harapan kami pemerintah mesti memprioritaskan apalagi ini adalah daerah pariwisata," begitu katanya.
Namanya juga jembatan darurat, maka jembatan ini hanya bisa dilintasi orang dan juga sepeda motor. Mengingat, bahan utama dari jembatan yang berasal dari uang swadaya warga terbuat dari bambu.
"Warga membuat jembatan darurat agar akses jalan lebih mudah untuk di lalui, pengerjaan jembatan darurat ini di kerjakan secara swadaya oleh masyarakat menggunakan uang pribadi,” terangnya.
Baca Juga: Golose, Polisi yang Ditakuti Preman di Bali Kini Bergelar Profesor
Untuk pemilik kendaraan roda empat harus memutar ke arah jalan nasional yang jaraknya terbilang cukup jauh.
"Jembatan darurat ini hanya bertahan enam bulan saja karena lapuk. Dan, setiap enam bulan diperbaiki. Kita takut membahayakan warga yang melintas kami bersama warga yang peduli memperbaikinya lagi secara swadaya. Sepengetahuan kami pemerintah desa sudah melaporkan permasalahan ini ke kabupaten," sebutnya.
Perbekel Desa Pekutatan I Gede Silagunada mengatakan, akses jalan tersebut merupakan jalan kabupaten dan penanganan serta kewenangan pemerintah kabupaten.
Pemerintah desa sudah melaporkan hal ini ke kabupaten bahkan sudah sempat di tinjau oleh wakil bupati bersama Kadis PU dan tim. "terang perbekel Pekutatan kepada wartawan. Di bagian lain, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jembrana I Wayan Sudiarta belum bisa dikonfirmasi terkait persoalan ini. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?