Suara Denpasar - Salah satu media Vietnam yaitu Daviet.vn baru-baru ini membocorkan gaji yang sempat ditawarkan PSSI dan Persib Bandung kepada Park Hang-seo.
Park Hang-seo merupakan sosok yang tidak asing dalam dunia pelatih seiring dengan kesuksesannya menukangi Timnas Vietnam dalam kurun waktu 5 tahun.
Tak heran, PSSI pun disebut sebagai salah satu pihak yang tertarik menggunakan jasanya usai Park Hang-seo tak diperpanjang Federasi Sepak Bola Vietnam (VFF) pasca gelaran Piala Dunia 2022.
Terbaru, namanya juga masuk ke dalam bursa transfer pelatih yang diincar Persib Bandung untuk menggantikan Luis Milla.
Kabar ketertarikan PSSI dan Persib Bandung pada eks pelatih Timnas Vietnam ini rupanya bukan isapan jempol belaka.
Lewat artikel yang diunggah pada Jumat (28/7/2023), Media Vietnam Daviet.vn membenarkan terkait kabar tersebut. Bahkan, mereka juga membocorkan gaji fantastis yang sempat ditawarkan kepada sang pelatih.
"Seperti diungkap jurnalis Minh Hai, Pelatih Park Hang-seo sudah dua kali menolak tawaran dengan gaji besar dari Indonesia," tulis Daviet.vn, sebagaimana dikutip Suara Denpasar pada Senin (31/7/2023).
Dalam laporannya itu, disebutkan pertama kali tawaran datang dari PSSI yang menawarkan gaji hampir tiga kali lipat daripada yang diterima Park Hang-seo di Timnas Vietnam.
"Pertama kali ketika Federasi Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengundang ahli strategi Korea untuk memimpin tim Indonesia dengan gaji hingga 1,5 juta USD/tahun (setara dengan 34,685 miliar VND/tahun), hampir 3 kali lebih tinggi dari gaji. yang diterima Tuan Park di tim nasional Vietnam," tulisnya.
Usai menolak tawaran dari PSSI, Park Hang-seo rupanya kembali dipinang Persib Bandung dengan gaji yang sama-sama menggiurkan.
"Klub Persib Bandung mengundang Coach Park Hang-seo dengan pendapatan 22,5 miliar VND/tahun," katanya.
Meskipun gaji yang ditawarkan cukup menggiurkan, pada akhirnya pelatih berusia 65 tahun itu tetap menolak mentah-mentah tawaran tersebut.
Alasan keluarga menjadi bumper utama Park Hang-seo menolak pinangan dari PSSI. Sementara penolakan yang dilakukan kepada tawaran Persib Bandung disebabkan karena dirinya yang memiliki keinginan membangun akademi sepak bola di Vietnam ketimbang menukangi laga di Indonesia. (*)
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Tipe Penyerang yang Dicari Shin Tae-yong, PSSI Langsung Proses Naturalisasi?
-
Terkuak! Ternyata Ini Alasan Sebenarnya Park Hang-seo Tolak Tawaran Persib Bandung, Meski Digaji Rp22 Miliar
-
Shin Tae Yong Dapat Target Tinggi dari PSSI, Supporter Usulkan Ini ke Erick Thohir
-
Cek Fakta : Polemik JIS Selesai! Hasil Inpeksi FIFA Resmi Keluar, PSSI Girang?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Reshuffle Kabinet Makin Dekat? Sekjen Demokrat Tegaskan Nasib Menteri di Tangan Prabowo
-
Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Rekor 2-2-3 Jadi Alarm, Garuda Muda Wajib Waspada
-
Resonansi Sunyi di Jombang: Sebuah Dialektika Tentang Hidup dan Rasa Cukup
-
Promo Spesial BRI di Vilo Gelato, Ada Cashback 35 Persen Setiap Hari
-
5 Fakta CFD Ampera Palembang, Ramai Diserbu Warga tapi Picu Macet, Ini yang Terjadi
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Bahlil Bakal Jadi Menko? Begini Respons Sekjen Golkar
-
Kronologi Kasus Korupsi Nikel, Ketua Ombudsman Hery Susanto Diduga Terima Suap Rp1,5 Miliar
-
Event Offroad Legendaris Camel Trophy Hadir Kembali di Kalimantan Tribute
-
S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya
-
Laba Emiten Hary Tanoe Terbang 140 Persen