Suara Denpasar - Polemik pernyataan Rocky Gerung yang mengatakan Presiden Jokowi "Tolol Bajingan" menuai pro dan kontra.
Beberapa pihak yang mengatasnamakan relawan Jokowi melaporkan Rocky Gerung ke Bareskrim Mabes Polri dan Polda Metro Jaya. Ada juga yang menggelar aksi menuntut agar Rocky Gerung ditahan. Namun tidak sedikit bahkan lebih banyak yang mendukung Rocky Gerung. Kebanyakan datang dari akademisi dan aktivis yang menganggap ucapan Rocky Gerung itu tidak menyerang personal Jokowi, melainkan jabatan publik sebagai presiden.
Salah satunya adalah cendekiawan Muslim, Prof. K.H. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A., Ph.D atau yang akrab dikenal sebagai Din Syamsuddin.
Menurut Profesor Din Syamsuddin, kritikan yang dilakukan Rocky Gerung terhadap kebijakan Presiden Jokowi adalah tanggung jawab sebagai seorang intelektual dalam mengontrol kebijakan publik.
Din Syamsuddin menilai apa yang dilakukan oleh pihak-pihak yang melaporkan Rocky Gerung itu berlebihan. Terlebih dia menyayangkan sikap Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko yang terlalu unjuk kekuasaan.
"Maka pihak-pihak yang tidak setuju dengan kritik Rocky Gerung terhadap pemerintah dan Presiden dapat melayangkan dengan debat apakah substansi dari kritik benar atau tidak. Saya berada pada jalan yang sependapat dengan substansi kritik (Rocky Gerung) itu," ucap Din Syamsudin dilansir dari youtube TVOne.
Din Syamsuddin menjelaskan mestinya pemerintah menyikapinya dengan merujuk pada restorative justice dalam edaran Kapolri nomor 6 tahun 2015 yang bermuara pada dialog antara pengkritik dan yang dikritik.
Bukan ditanggapi dengan ekspresi seperti yang dilakukan KSP Moeldoko. Hal itu menurut Din Syamsuddin justru semakin memperkeruh pemahaman tentang demokrasi.
"Kritik Rocky Gerung itu direspon dengan persekusi dengan pernyataan pasang badan ini hanyalah ekspresi unjuk kekuasaan, adu otot bukan adu otak.
"Saya akan bersama Rocky Gerung, berada di sampingnya untuk beradu otak. Mari kita berdiskusi dan berdebat tentang substansi kritik," tegasnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Jaga Hak Perempuan, DPR Didesak Segera Sahkan Wahidah Suaib Jadi Anggota PAW Ombudsman RI
-
Warning Hasto Jelang Muktamar: NU Terlalu Besar Diseret ke Politik Praktis, Jangan Coba Pecah Belah
-
Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
-
Dilema Keuangan Anak Muda: Melek Finansial, tapi Masih Andalkan Paylater
-
Buku Tuhan Maha Asyik: Menikmati Perjalanan Spiritual Bersama Sujiwo Tejo
-
4 Rekomendasi HP Mid Range Kamera Mirip iPhone, Hasil Foto Tak Kalah Jernih dan Estetik
-
Wisata Candi Plaosan Kian Bergeliat, UMKM Desa Bugisan Raup Kenaikan Pendapatan 31 Persen
-
Panda Bond Perdana dari Purbaya Laris Manis, Dipesan Investor China hingga Rp 45 Triliun
-
BCA Bidik Pertumbuhan Transaksi Digital di Ultah Blok M, Tebar Banyak Promo
-
Hunian Sehat Makin Dilirik, Industri Kini Terapkan Formula Material Ramah Lingkungan