Suara Denpasar - Presiden Jokowi secara tegas mengatakan tidak akan diam pada pemilu 2024. Bahasanya adalah cawe-cawean alias ikut menentukan bakal calon presiden dan wakil presiden.
Sikap cawe-cawean Jokowi itu nampak jelas ketika dia secara terang-terangan dalam beberapa pidato kepresidenan menyebutkan "2024 (Presiden) jatahnya Prabowo Subianto".
Secara politik hal tersebut menantang tradisi partai politik yang mana mestinya Jokowi mendukung penuh bacapres pilihan PDI Perjuangan.
Sikap cawe-cawean Jokowi itu berhasil mengobrak-abrik kesetiaan kader PDI Perjuangan. Banyak kader PDI Perjuangan ikut berbalik mendukung Prabowo Subianto. Seperti Budiman Sudjatmiko, Effendi Simbolon bahkan termasuk putra sulung Jokowi Gibran Rakabuming.
Tidak hanya terhadap, kader PDI Perjuangan, cawe-cawean itu sepertinya telah membawa loyalis Jokowi seperti berada di persimpangan jalan. Mereka bingung harus mendukung Ganjar Pranowo atau Prabowo Subianto.
Beberapa kelompok pendukung sejati Jokowi sudah menentukan sikap untuk mendukung Prabowo Subianto. Seperti Jokwo Mania (Jokman) yang dipimpin oleh Immanuel Ebenezer alias Noel yang kini telah mengubah nama "Jokwo Mania" menjadi "Prabowo Mania 08".
Letupan itu pun kini muncul di Bali. Projo (Pro Joko Widodo) Provinsi Bali malah meminta Ganjar Pranowo menjadi wakil untuk Prabowo Subianto.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD Projo Provinsi Bali, I Gusti Agung Ronny Indra Wijaya dalam Konferensi Daerah (Konferda) DPD Projo Provinsi Bali, di Denpasar, Minggu, (13/8/2023).
"DPD Projo Bali mengusulkan Bapak Prabowo Subianto sebagai calon presiden dan Bapak Ganjar Pranowo sebagai calon wakil presiden," kata Ronny kepada awak media.
Baca Juga: Jelang Lawan Liverpool, Erik Ten Hag Konfirmasi Keadaan Luke Shaw dan Sancho
Ronny menjelaskan, Ganjar Pranowo ditempatkan di wakil karena sebagai sahabat Projo, sementara Prabowo Subianto sebagai calon presiden karena dianggap tegas, cerdas dan berani.
Ronny mengatakan usulan Projo Bali itu akan diperjuangkan dalam Rapat Kerja Nasional VI Projo pada Oktober 2023 mendatang. Karena usulan Prabowo-Ganjar itu baru dari DPD Projo Bali.
"Kita butuh pemimpin yang tegas, cerdas dan berani untuk melanjutkan program-program pemerintah," tandas Ronny.(Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bau Rokok Membandel di Mobil Bekas? Coba 5 Cara Menghilangkannya dengan Bahan Alami
-
Nilai Transaksi Kripto Nyaris Rp122 Triliun dalam 5 Bulan, Anak Muda Jadi Penggerak Utama
-
PTBA Angkut 1,56 Ton Sampah dari Sungai Enim, Tebar Ribuan Benih Ikan Pulihkan Ekosistem
-
Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka
-
Pecah Kongsi Pemkot Bandung! Wawali Erwin Buka-Bukaan Tak Pernah Diajak Bicara oleh Walikota Farhan
-
Syok Saat Kondangan! Orang Tua di Bekasi Pergoki Pembunuh Anaknya Bebas Berkeliaran
-
Rudy Susmanto Minta KPK dan Jaksa Kawal Pembebasan Lahan 2 Proyek Raksasa Bogor
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
Perwali Tolak LGBT Diusulkan di Palembang, Akankah Pemkot Mengabulkannya?
-
Sabet Emas di World Climbing Series, Desak Made: Kami Tak Didukung Pemerintah