Suara Denpasar – Persib Bandung sukses mencuri kemenangan saat melawat ke kandang PSIS Semarang pada Minggu (20/8/2023).
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Jatidiri tersebut, anak asuh Bojan Hodak unggul 1-2 dari PSIS Semarang lewat 2 gol pinalti Marc Klok.
Meski bermain dengan 11 pemain, namun Pangeran Biru nampak kewalahan untuk menaklukkan 9 pemain PSIS Semarang.
Seperti dilansir dari Antaranews.com 2 pemain PSIS Semarang diganjar kartu merah oleh wasit sebelum dibekuk Persib Bandung.
Namun demikian, Bojan Hodak mengakui anak asuhnya masih memerlukan evaluasi lebih. Terutama untuk finishing touch atau penyelesaian akhir.
“Di 3 pertandingan terakhir, Persib memiliki 45 persen tembakan terarah ke gawang musuh. Namun belum menghasilkan gol bagi tim,” jelas Bojan Hodak dikutip dari Antaranews.
Laga tandang kemarin menjadi pertandingan yang cukup berat bagi Persib Bandung. Sebab absennya sejumlah pemain Persib Bandung.
Dilansir dari laman Persib, Pangeran Biru tak diperkuat wonderkid mereka Beckham Putra Nugraha dan Robi Darwis yang sedang membela Timnas Indonesia U-23.
Sementara Ciro Alves dan I Putu Gede yang sedang menjalani sanksi larangan bermain, hingga David da Silva dan Dedi Kusnandar yang cedera.
“Pertandingan yang cukup sulit karena tentunya kami tidak lengkap secara materi pemain. Saya cukup senang dengan tiga poin di sini, tapi kami akan tetap belajar dan berlatih lagi, khususnya penyelesaian akhir,” kata Bojan.
“Ini bukan pertandingan mudah, tapi saya melihat di menit awal pertandingan berjalan dengan baik kami bermain sesuai dengan apa yang diinginkan,” imbuhnya. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Diwarnai Kartu Merah, Persib Bandung Kewalahan Bekuk 9 Pemain PSIS Semarang, Bojan Hodak Disebut Minim Taktik
-
Persib Bandung Dianggap Tim Biasa Saja, Gilbert Agius Minta Pemain PSIS Semarang Lakukan Hal Ini
-
Butuh Gol, Bojan Hodak Minta Lini Serang Persib Bandung Tampil Garang Saat Melawan PSIS Semarang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel