Suara Denpasar - Pertandingan sengit antara Timnas Indonesia U-17 melawan Korea Selatan U-17 pada Rabu (30/8) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, berakhir dengan keunggulan tipis bagi Korea Selatan dengan skor 1-0. Kekalahan ini tidak hanya mengecewakan suporter, tetapi juga memicu berbagai komentar kritis terutama terhadap pelatih Bima Sakti.
Komentar-komentar pedas untuk Bima Sakti atas performa Timnas U-17 dari netizen di media sosial menggambarkan rasa kecewa mereka terhadap kinerja timnas.
“Jangan berharap banyak ama ne tim selagi bukan sty yang ngelatih,” ujar akun IG @rzkymuhammad95
“Mending cari coach dari luar negeri dari pada lokal prett yg gk punya tak tik,” ujar akunIG @nuy638_
“Pancene Tukiman harus OUT,main tanpa strategi.kek anak2 17tahun sparing fun fotball.mending nonton tarkam asli,” ujar akun IG @rendi.asiop.
Namun, di tengah berbagai kritik dan kekecewaan ini, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, justru memberi apresiasi positif terhadap pertandingan tersebut.
Meskipun Timnas Indonesia U-17 harus menelan kekalahan tipis, Erick Thohir melihat banyak hal positif dari penampilan timnya.
Erick memberikan apresiasi kepada pelatih Bima Sakti dan skuadnya yang mulai menunjukkan pola permainan yang terstruktur, meskipun berhadapan dengan lawan yang merupakan tim peringkat kedua di Asia.
Ketua PSSI ini berpendapat bahwa ada perbaikan yang signifikan dalam pola permainan Timnas U-17, terutama dalam hal koordinasi antara lini belakang, tengah, dan depan. Ia juga mengakui bahwa walaupun pertandingan masih berjalan beberapa pekan setelah masa latihan, peningkatan yang terlihat cukup menggembirakan.
Baca Juga: Kalah Tipis dari Korsel U17, Timnas Indonesia U17 Asuhan Bima Sakti Bungkam Nyinyiran Netizen
Dalam pandangannya, latihan yang lebih padat di masa mendatang, khususnya menjelang turnamen di Jerman, akan semakin memperkukuh permainan tim.
Erick juga tidak lupa memberikan catatan terkait konsentrasi tim U-17. Meskipun Indonesia mampu bertahan dengan imbang di babak pertama melawan tim ranking dua Asia, Erick mengingatkan bahwa fokus dalam permainan sepak bola harus dipertahankan selama 90 menit.
Pergantian pemain yang terkadang membuat tim kurang konsisten menjadi salah satu catatan yang diambil dari pertandingan ini. Terbukti, momen kelonggaran di pertahanan dimanfaatkan oleh Korea Selatan untuk mencetak gol dan bahkan mendapatkan penalti.
Erick Thohir menegaskan bahwa dalam kekalahan ini, Timnas Indonesia U-17 dan pelatih Bima Sakti mendapat banyak pelajaran berharga. Salah satunya adalah pentingnya mengurangi kesalahan sendiri dalam permainan. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Maeve Glass Emak-emak yang Kini Jadi Bagian dari Timnas Indonesia, Rekam Jejaknya Luar Biasa
-
Pelangi di Mars, Film Anak yang Tak Sekadar Menghibur tapi Menyalakan Imajinasi
-
5 Minuman Alami Penghancur Lemak Setelah Makan Opor Ayam dan Rendang
-
5 Buah Penurun Kolesterol Paling Cepat dan Ampuh, Solusi Sehat Setelah Lebaran
-
Bolehkah Puasa Syawal 3 Hari Saja? Jangan Sampai Salah, Ini Penjelasan Lengkapnya
-
Viral Guru Ngaji Banting Murid di Probolinggo, Buntut Mobil Tergores Sepeda
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
3 Alasan Pelangi di Mars Panen Kritik, Penggunaan AI hingga Dialog Usang Jadi Sorotan
-
Inovasi Keuangan Digital yang Dorong Perusahaan Lokal Indonesia Naik Kelas