News / Nasional
Senin, 11 Mei 2026 | 17:26 WIB
Presiden Prabowo Subianto (Instagram/@prabowo)
Baca 10 detik
  • Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani membela klub Garudayaksa FC yang memenangkan Liga 2.
  • Pembelaan dilakukan karena adanya kritik suporter di Stadion Maguwoharjo terkait status kepemilikan klub oleh Presiden Prabowo Subianto.
  • Lalu menegaskan tidak ada regulasi yang melarang Presiden memiliki klub serta mengklaim kemenangan diraih berkat kualitas pemain.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, pasang badan membela klub sepak bola Garudayaksa FC yang tengah menjadi sorotan.

Hal ini menyusul keberhasilan klub tersebut menjuarai Liga 2 dan memastikan tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Liga 1.

Langkah pembelaan ini diambil Lalu untuk merespons sindiran sejumlah suporter klub lawan di media sosial.

Para suporter tersebut meminta Presiden Prabowo Subianto agar klubnya tidak ikut berkompetisi karena status kepemilikannya.

Sindiran tersebut viral setelah diduga dinyanyikan sebagai chant atau slogan berirama saat Garudayaksa FC bertanding melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo.

Menanggapi hal itu, Lalu menegaskan bahwa secara regulasi, tidak ada larangan bagi seorang Presiden untuk memiliki klub sepak bola.

Menurutnya, keberadaan banyak klub profesional justru berdampak positif bagi pembinaan atlet nasional.

Klub pendatang baru, Garudayaksa FC, diyakini mampu tampil kompetitif pada musim debut mereka di Super League 2026-2027 setelah sukses menjuarai Championship 2025-2026 sekaligus mengamankan tiket promosi. [Dok Pribadi]

"Ya itu kan tidak ada aturan resmi yang mengatakan bahwa presiden tidak boleh memiliki klub bola. Semakin banyak klub yang bertanding, maka kita semakin banyak stok pemain-pemain yang akan kita persiapkan menuju event-event internasional," kata Lalu di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Politisi PKB ini juga menepis tudingan miring yang menyebut kemenangan Garudayaksa FC dipengaruhi oleh intervensi kekuasaan.

Baca Juga: Waka Komisi X DPR Desak Hapus Kastanisasi Guru, Minta Seluruh Honorer Diangkat Jadi PNS

Ia menilai kesuksesan klub tersebut murni karena kualitas skuad dan kecerdasan strategi di lapangan.

"Ya kenapa Garudayaksa menang (juara)? Ya memang materi pemainnya bagus, makanya menang. Ya bukan karena diperintah Pak Prabowo, enggak. Tadi saya lihat materi pemainnya bagus, pintar membuat strategi sehingga menjadi juara di Liga 2 kan, promosi menjadi Liga 1. Saya rasa nggak usah dikait-kaitin lah ya," tegasnya.

Load More