Suara Denpasar - Wayan Koster secara resmi lengser alias purna tugas sebagai Gubernur Bali pada hari ini, Selasa (5/8/2023).
Pada acara perpisahan dengan DPRD Provinsi Bali, semua pimpinan DPRD Provinsi Bali mengapresiasi kinerja Wayan Koster sebagai Gubernur Bali masa jabatan 2018-2023.
Namun apabila dicari rekam jejak selama kepemimpinan Wayan Koster, ada sederet kebijakan kontroversial yang menjadi perhatian publik.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali itu kerab blunder dalam beberapa kebijakan, seperti menghapus Simantri (sistem pertanian terintegrasi), mengubah pola layanan pendidikan SMA Bali Mandara menjadi SMA reguler yang merupakan warisan Mangku Pastika, larang mendaki gunung dan larang penyewaan motor.
Paling tersohor adalah menolak Piala Dunia U-20. Hal itu membuat pemberitaan internasional menyoroti Bali.
Berikut sederet kebijakan kontroversial yang dirangkum Suara Denpasar selama kepemimpinan Wayan Koster menjadi Gubernur Bali.
Terkait sederet kebijakan Wayan Koster yang nyeleneh itu, pengamat politik dari Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Bali I Nyoman Subanda mengatakan ada beberapa kebijakan yang memang kontroversial.
Terutama soal penerapan bebas visa adalah suatu kebijakan yang sangat mengobral harga diri Bali. Sebab mengharapkan banyak kunjungan wisatawan mancanegara yang pada akhirnya banyak juga melecehkan atau membuat onar di Bali.
"Sekarang banyak hal tentang bebas visa itu ternyata sekarang ini banyak sekali perilaku-perilaku wisatawan mancanegara yang tidak bagus, itu karena kualitas wisatawan tidak bagus. Itu disebabkan salah satunya adalah bebas visa itu, terlalu mudah mereka masuk Bali," terang Subanda saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (5/9/2023).
Selain melalui kebijakan, komunikasi Wayan Koster sebagai pejabat publik pun kadang tanpa filter. Parahnya setelahnya tidak diklarifikasi secara baik.
"Yang lain adalah tentang ada kegiatan-kegiatan yang fungsinya di humas, artinya komunikasi politiknya, komunikasi organisasi nya, itu juga perlu di evaluasi, sehingga terbangun citra yang baik dimata publik. Karena sering kali hal-hal yang kontroversi di bully segala macem itu ternyata tidak diklarifikasi dengan baik," tambahnya.
Selain itu, Subanda meninila ada beberapa tanggungjawab Wayan Koster yang belum diselesaikan secara baik, seperti penyelesaian kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja.
Berikut sederet kebijakan kontroversial yang dirangkum Suara Denpasar selama kepemimpinan Wayan Koster menjadi Gubernur Bali.
1. Pungutan wisatawan asing Rp 150 ribu;
2. Bebas visa bagi 94 negara;
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Pigai Ungkap 15 Warga Tewas di Papua, Minta Pelaku Segera Diungkap
-
Etika Publikasi 2026: Mengakhiri Tren Dosen Numpang Nama di Riset Mahasiswa
-
Perempuan di Ujung Negeri: Suara Pinggiran yang Menggema dari Sangihe
-
Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis di 2026
-
Gratis dari Pemerintah, Sekolah Rakyat Bikin Pembuat Tungku Ini Mampu Antarkan Anak ke Bangku SMA
-
Proyek Giant Sea Wall Dimulai dari Pantura, Pemerintah Siapkan Pembangunan Bertahap
-
15 warga Sipil Tewas di Kembru Papua, Menteri HAM Pigai: Pelaku Sudah Diketahui, Jangan Sembunyi!
-
MBG Sampai ke Perbatasan IndonesiaTimor Leste, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal
-
Prabowo Minta Ahli Kampus Ikut Garap Tanggul Laut Raksasa, Pantura Jadi Titik Awal
-
Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak