News / Nasional
Senin, 20 April 2026 | 19:15 WIB
Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai di kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (20/4/2026). [Suara.com/Faqih]
Baca 10 detik
  • Baku tembak antara aparat dan TPNPB-OPM di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, menewaskan lima belas warga sipil pada Selasa (14/4/2026).
  • Kementerian HAM mengambil alih penanganan kasus untuk menelusuri fakta peristiwa serta motif pelaku secara transparan dan adil bagi masyarakat.
  • Menteri HAM Natalius Pigai mendesak para pelaku penembakan segera mengakui perbuatannya dan menjalani proses hukum demi keadilan di Papua.

Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menyebut sebanyak 15 warga sipil tewas akibat aksi baku tembak yang terjadi antara aparat dengan Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).

Adapun peristiwa tersebut terjadi di Kampung Kembru, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, pada Selasa (14/4/2026) lalu.

"Sebanyak 15 orang meninggal dunia dalam serangan di Kembru tersebut," kata Pigai di kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Pigai mengklaim data korban dihimpun dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga pihak terkait lainnya.

Selain korban tewas, Pigai juga menyebut ada sejumlah korban luka dalam peristiwa tersebut.

Sejauh ini, Pigai mengaku peristiwa ini telah menjadi atensi Kementerian HAM karena memakan korban masyarakat sipil.

Kementerian HAM saat ini telah mendorong agar kasus ini dapat diungkap, sehingga masyarakat bisa mengetahui siapa pelaku penembakan dan apa motifnya.

Adapun upaya yang tengah dilakukan oleh Kementerian HAM yakni mengambil alih penanganan kasus ini.

Langkah ini dilakukan Pigai agar pemerintah bisa menelusuri kasus ini secara transparan dan adil, sehingga nantinya hasil penelusuran dapat diungkap kepada masyarakat.

Baca Juga: 15 warga Sipil Tewas di Kembru Papua, Menteri HAM Pigai: Pelaku Sudah Diketahui, Jangan Sembunyi!

"Lebih baik Kementerian HAM mendahului cek data fakta informasi itu jauh lebih bagus," ucapnya.

Pigai menyatakan masyarakat setempat seharusnya telah mengetahui siapa pelaku penembakan, sebab peristiwa tersebut terjadi antara pagi hingga siang hari.

Pigai juga meminta pihak yang merasa menjadi pelaku untuk mengaku dan menjalani proses hukum demi terciptanya keadilan di Papua.

"Peristiwa itu terjadi siang hari pelakunya sudah tahu. Itu tidak bisa diperdebatkan. Pelakunya rakyat sudah tahu, mereka yang menjadi korban tahu, mereka yang ada di masyarakat lokasi tempat juga sudah tahu. Ya sekarang silakan, jangan sembunyikan, harus dibuka,” tandas Pigai.

Load More