/
Sabtu, 16 September 2023 | 19:54 WIB
Upacara Karya Maligai Raja IX Denpasar menuju Pantai Matahari Terbit Denpasar, Jumat (15/9/2023) (Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Usai upacara pelebon atau ngaben Raja Denpasar IX Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan. Upacara yadnya di Puri atau Kerajaan Denpasar tersebut dilanjutkan dengan upacara Karya Angasti Puja Atma Wedana Maligia Jangkep pada Jumat (14/9/2023). Upacara itu diikuti oleh pemilet dengan total sebanyak 270 puspa.

Prosesi sakral itu diawali dengan mapurwa daksina. Di mana, pelaksanaannya mulai pagi hari. Diawali Utpeti, Penguripan, Melaspas, dan Muspa. Setelah itu dilanjutkan dengan Stiti Puja, Mapeselan dan Mapedanan. Puncak Karya, pada tanggal 15 September 2023 sekitar pukul 02.00 Wita dilaksanakan Upacara Puja dilanjutkan dengan Upacara Pralina, setelah itu Puspa menuju segara untuk ngayud ke Pantai Matahai Terbit, Sanur, Kota Denpasar.

"Puspa keseluruhan sebanyak 271 dibagi menjadi 4 kelompok yang terdiri dari kelompok A dari semeton puri sebanyak 69 Puspa, kelompok B dari semeton Jeroan sebanyak 41 Puspa, kelompok C dari semeton warga sebanyak 81 Puspa dan kelompok D dari semeton wargi sebanyak 80 Puspa," papar salah satu Manggala Karya dr. A.A Ngurah. Gede Dharmayuda, M. Kes di sela-sela acara Puspa, Jumat (15/9/2023). 

Untuk diketahui, dalam ajaran Hindu kegiatan tersebut dilakukan berulang-ulang dalam menyucikan roh leluhur yakni proses Utpeti, Stiti dan Prelina.

"Setelah sampai di segara (laut) kembali dilakukan proses yang sama yakni proses Utpeti, Stiti dan Pralina," imbuh pria yang akrab disapa Turah Dokter tersebut. Setidaknya ada 17 Bade yang mengiringi Puspa ke segara untuk melakukan penyucian yang terdiri dari 1 Bade duwe Cokorda Jambe Pemecutan, 14 Bade semeton Puri dan 2 Bade semeton Jeroan.  "Kemudian untuk umbul-umbul seperti tedung, tombak, dan bandara ada sebanyak 30 yang juga mengiringi Puspa menuju ke segara," terangnya.

Turah Dokter mengatakan setelah Puspa ke segara akan dilanjutkan dengan proses Ngeremek atau membersihkan sisa-sisa dari pada Upacara Pitra Yadnya yang akan dilakukan oleh seluruh Pemilet.

Pada tanggal 17 September 2023 akan dilaksanakan Upacara Nyegara Gunung ke Goa Lawah bertujuan mengucapkan terima kasih kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa.

"Dilanjutkan ke Dalem Puri, kembali ke rumah suwang-suwang atau kembali melakukan prosesi Prelina yang akan nantinya ditempatkan di Kawitan masing-masing," tukasnya. ***

Baca Juga: Ketua Peradi SAI Denpasar: Harusnya Sudah Ada Tersangka dan Feroza Turah Mayun Disita

Load More