Suara Denpasar - Belum genap setahun membela PSIS Semarang, kiper muda Muhammad Adi Satryo memilih untuk menjadi warga Semarang.
Kiper kelahiran Tangerang, 7 Juli 2001 ini telah membeli sebuah rumah di Kota Semarang untuk ditempati bersama keluarga kecilnya.
Adi Satryo mengaku setelah bergabung dengan PSIS Semarang dirinya mendapat keburuntungan, salah satunya rezeki yang lancar. Ia dan sang istri pun akhirnya mantap untuk menetap di Semarang.
“Pas aku pindah itu (ke PSIS) rezeki gua itu Alhamdulillah dibuka, jalannya itu gampang,” katanya, dikutip dari Kanal PSIS Official pada Jumat (22/9).
Selain masalah keuangan yang lancar, Adi Satryo juga mengaku betah dengan klub barunya ini.
Seperti diketahui, ia didatangkan Laskar Mahesa Jenar pada musim ini dengan skema bebas transfer dari Persik Kediri.
Adi Satryo pun membeberkan jika suasana PSIS Semarang makin membuatnya betah, hal ini jarang ditemui bersama klub lain.
“Kalo di PSIS itu yang berkesan saling rangkul, saling support, jarang ada di tim,” katanya.
“Biasanya kan profesional aja gitu, individu masing-masing. Kalo di sini Alhamdulillah kan namanya manusia itu gak sempurna pasti buat kesalahan kan, (jadi) saling support, saling back up, saling tutup, saling bantu buat cheer up, saling nyemangatin Alhamdulillah nyaman,” lanjutnya.***
Baca Juga: Mafia Bola Ketar Ketir! PSSI Bentuk Personel Satgas, Gandeng Presenter Kondang Najwa Shihab
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
5 Jajanan Korea Favorit untuk Buka Puasa, Manis dan Menggoda Selera
-
Polres Malang Sikat 3 Kg Bubuk Mercon di Poncokusumo, Seorang Pelaku Ditangkap
-
Tata Cara Bayar Zakat Fitrah, Berapa Besarannya?
-
KPK Ungkap Modus Budiman Bayu Sembunyikan Uang Gratifikasi Rp5,19 Miliar
-
KPK Ungkap Kasus Korupsi Bea Cukai Pengaruhi Maraknya Rokok Ilegal
-
5 Mobil Setangguh Pajero Sport Pajak Setara Brio Baru, Harga Under 90 Juta
-
Terungkap! Ini Alasan KPK Langsung Tangkap Kasi Intel Cukai
-
Airlangga Pastikan Tarif Dagang Indonesia dan AS Turun ke 15 Persen, Berlaku 90 Hari
-
Pesan Tegas Karim Benzema: Puasa Ramadan Jangan Jadi Alasan Pemain Mokel
-
5 Motor Irit Cocok untuk Berangkat Kerja Lintas Kabupaten