- Saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI kompak melemah pada perdagangan sesi I, Senin, 8 Juni 2026.
- Pelemahan harga saham tersebut terjadi akibat tekanan jual bersih yang dilakukan oleh investor asing di pasar modal Indonesia.
- CGS International Sekuritas telah memetakan level support dan resistance sebagai acuan bagi investor dalam mencermati pergerakan saham perbankan tersebut.
Suara.com - Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar kompak bergerak di zona merah pada sesi I perdagangan, Senin, 8 Juni 2026.
Tekanan jual yang melanda pasar membuat saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkoreksi cukup dalam.
Di tengah pelemahan tersebut, CGS International Sekuritas memetakan level support dan resistance yang dapat menjadi acuan investor dalam mencermati pergerakan saham perbankan untuk perdagangan hari ini.
Saham BBCA menjadi salah satu yang mengalami tekanan cukup besar. Pada sesi I, saham emiten bank swasta terbesar di Indonesia itu turun 115 poin atau 2,25 persen ke level Rp 4.960 per saham.
CGS International Sekuritas memperkirakan BBCA memiliki area support di kisaran Rp 4.975 hingga Rp 4.875. Sementara untuk potensi penguatan, saham BBCA diperkirakan menghadapi resistance pada rentang Rp 5.275 hingga Rp 5.475.
Pelemahan juga terjadi pada saham BBRI. Saham bank pelat merah tersebut merosot 80 poin atau 2,92 persen ke level Rp 2.660 pada sesi I perdagangan.
Untuk BBRI, CGS International Sekuritas menetapkan area support di kisaran Rp 2.703 hingga Rp 2.667. Adapun level resistance berada pada rentang Rp 2.803 hingga Rp 2.867.
Sementara itu, saham BMRI relatif lebih mampu menahan tekanan dibandingkan bank-bank besar lainnya. Pada sesi I, saham Bank Mandiri turun 20 poin atau 0,52 persen ke level Rp 3.820.
Menurut CGS International Sekuritas, BMRI memiliki area support di kisaran Rp 3.790 hingga Rp 3.740. Sedangkan level resistance berada pada rentang Rp 3.350 hingga Rp 3.490.
Baca Juga: IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!
Di sisi lain, saham BBNI juga berada di zona merah. Hingga penutupan sesi I, saham Bank Negara Indonesia terkoreksi 90 poin atau 2,80 persen ke level Rp 3.120.
CGS International Sekuritas memproyeksikan area support BBNI berada pada kisaran Rp 3.140 hingga Rp 3.070. Sementara resistance diperkirakan berada di rentang Rp 3.350 hingga Rp 3.490.
Dibuang Asing
Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) pada sejumlah saham berkapitalisasi besar pada perdagangan hingga sesi I, Senin, 8 Mei 2026.
Saham-saham perbankan menjadi bulan-bulanan para investor asing untuk melakukan aksi jual.
Berdasarkan data Stockbit, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menjadi emiten yang paling banyak dilepas investor asing dengan nilai mencapai Rp 1,14 triliun.
Di posisi kedua, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengalami tekanan jual dari investor asing dengan nilai net foreign sell sebesar Rp 1,10 triliun.
Aksi jual asing kemudian berlanjut pada saham sektor perbankan dan komoditas. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatat net foreign sell sebesar Rp235,70 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp169,85 miliar, serta PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) Rp110,79 miliar.
Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Kecelakaan di Tol Pekanbaru-Dumai, 3 Penumpang Ambulans Tewas Seketika
-
Perang Baru! Iran Hujani Israel dengan Rudal
-
Rupiah Tak Kunjung Kuat, Kinerja Perry dan Purbaya Jadi Sorotan
-
Investor Terus Timbun Dolar, Rupiah Keok ke Rp18.126
-
Purbaya Tegaskan Masih Jabat Menkeu dan Tidak Ada Pembahasan Reshuffle, Ini Buktinya
Terkini
-
Bahlil Akan Tambah Kuota Produksi Batubara 2026
-
IHSG Hancur Lebur di Sesi 1, Saham BBCA dan Big Banks Catat Harga Termurah!
-
Asing Lepas Saham Perbankan Triliunan Rupiah Hingga Sesi I, BBCA Paling Banyak
-
Purbaya Pamer Setoran Pajak Sektor Industri Tumbuh Tinggi, Perdagangan Naik 52,4%
-
Tak Jadi di Minerba, Bahlil Bilang Skema Bagi Hasil Hanya Sektor Migas
-
Meski Bisa Tentukan Harga Ekspor, DSI Diklaim Tak Akan Ambil Untung Berlebihan
-
Rupiah Jebol Rp18.110 dan IHSG Ambles 3%, Pasar Tak Percaya Jurus Baru Perry dan Purbaya?
-
IHSG Anjlok Parah Saat Rupiah Melemah Rp18.126, Analis Sebut Bisa Lebih Parah
-
Cadangan Devisa Indonesia Susut Rp23 Triliun Dalam Sebulan, Tapi Rupiah Kian Melemah
-
Harga Cabai Meledak hingga 20%, Telur Ikut Naik, Dompet Emak-Emak Terancam!