Suara Denpasar - Akhirnya pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan resmi merevisi Permendag 50 Tahun 2020 menjadi Permendag 31 Tahun 2023.
Perubahan ini menjadikan transaksi jual beli di TikTok Shop dilarang.
Sebelum revisi disahkan, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan telah meminta para pelaku usaha untuk tidak menggabungkan model bisnis media sosial dengan e-commerce, atau yang dikenal sebagai social commerce.
Hal ini dikarenakan model bisnis semacam ini dapat membuat toko kecil hingga menengah di berbagai daerah Indonesia sepi, bahkan ada beberapa toko terancam tutup.
Melansir dari suara.com pada Kamis (28/9/2023), akhirnya beberapa pelaku usaha khususnya UMKM memprotes model bisnis TikTok Shop, membuat pemerintah tergerak mengeluarkan kebijakan baru untuk larangan jualan di TikTok Shop.
Pemerintah telah meminta pihak TikTok untuk bergabung dengan platform e-commerce lainnya jika melakukan transaksi penjualan.
Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa pihaknya juga memberikan waktu kepada TikTok untuk berpindah ke e-commerce lainnya seusai revisi permendag dilakukan.
"Kita sudah kasih waktu (kepada TikTok) untuk bisa bermigrasi ke platform e-commerce lain ada Tokopedia, Lazada, Shopee,” ungkap Zulkifli pada Rabu (27/9/2023).
Transaksi melalui TikTok Shop memang membuat banyak pebisnis yang memiliki toko offline atau di pusat perbelanjaan merasa tersaingi.
Baca Juga: Kabar Gembira Buat Bonek, Persebaya Masih Bisa Menjamu Persib Bandung di GBT
Sebenarnya, ada banyak sebab mengapa masyarakat beralih menggunakan TikTok Shop saat melakukan transaksi belanja. Lalu apa saja faktor tersebut? Simak artikel ini sampai habis!
1. Gampang diakses
Awalnya Tiktok hanya menampilkan video konten yang sedang trending atau FYP. Aplikasi ini berkembang menjadi e-commerce pada tahun 2021 lalu.
Pandemi Covid-19 yang menyerang dunia dimanfaatkan TikTok untuk mengembangkan TikTok Shop.
Pasalnya selama pandemi masyarakat mulai beralih berbelanja secara online.
TikTok Shop pun mudah diakses karena fitur ini menjadi satu dengan aplikasi TikTok.
Cukup klik dengan jari di smartphone dan transaksi belanja selesai dilakukan, sangat memudahkan orang banyak.
2. Diskon di luar nalar
TikTok Shop sendiri selalu mengadakan diskon di aplikasi mereka, bahkan harganya di luar nalar sekalipun.
Tak ayal diskon besar-besaran ini membuat bermacam barang terjual di TikTok Shop ludes dalam sekejap.
Strategi “bakar uang” yang dilakukan TikTok Sho berhasil menarik minat belanja masyarakat Indonesia.
Ditambah lagi TikTok Shop memiliki fitur gratis ongkir ke seluruh Indonesia dengan nominal belanja tertentu, membuat banyak orang berlomba-lomba mengisi keranjang kuning mereka di TikTok Shop.
3. Live TikTok
Selain sebagai platform penjualan dengan foto dan video, TikTok Shop juga mengenalkan fitur Live bagi para pebisnis. Fitur ini mempermudah pelaku usaha untuk menjualkan dagangannya secara live demi menarik pembeli.
Fitur ini lagi-lagi mendorong minat masyarakat untuk membeli. Demo penjualan langsung secara psikologis membuat pembeli tertarik karena dapat melihat langsung barang yang dijual tanpa pergi ke luar rumah.
Di dalam fitur Live TikTok juga terdapat kolom komentar, membuat penjual dan pembeli berinteraksi secara langsung.
4. Metode pembayaran beragam
TikTok Shop juga menawarkan metode pembayaran yang beragam, dimulai dari sistem COD (Cash On Delivery), e-wallet, bahkan kartu kredit atau debit.
Keragaman metode pembayaran inilah yang membuat masyarakat betah belanja di aplikasi TikTok.
5. Memiliki sistem affiliate
Sistem affiliate di TikTok Shop juga membuat aplikasi ini digandrungi masyarakat.
Berbeda dengan sistem affiliate lainnya yang dilakukan oleh e-commerce lain yang wajib mempromosikan affiliate mereka melalui aplikasi media sosial lainnya.
Sistem affiliate di TikTok Shop hanya mempromosikan barang yang dijual dalam satu aplikasi yang sama, sehingga lebih mudah menjangkau target audiens.
Lima kelebihan inilah yang membuat TikTok Shop menggeser peran toko offline karena begitu pintarnya menggabungkan teknologi digital dengan media sosial. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
7 Artis Bicara Setelah Pemerintah Melarang Berjualan di TikTok, Ada Muzdalifah hingga Ruben Onsu
-
Baim Wong Pamer Rp9 M dari Jualan TikTok, Netizen Kasih Peringatan: Kasihan UMKM Gulung Tikar
-
Tiktok Shop Ditutup, Bagaimana Nasib Affiliate? Cairkan Komisi Sebelum Terlambat
-
Bikin Farida Nurhan Tak Bisa Cari Nafkah, Ini Syarat dari Codeblu Bila Ingin Berdamai
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Menteri LH: PT Agincourt Resources Boleh Kelola Tambang Emas Martabe Lagi
-
LIVE STREAMING: Car Free Night Warnai Malam Takbiran di Jakarta
-
Bagikan THR Lebaran Lebih Mudah, BRI Catat 45,9 Juta Pengguna BRImo Aktif Gunakan Layanan Digital
-
FIFA Tegaskan Sepak Bola sebagai Alat Perdamaian di Tengah Konflik Global
-
BRI Lebaran 2026: Kirim THR Digital Cukup 6 Langkah Lewat Fitur QRIS Transfer BRImo
-
Sebelum Salat Idulfitri Makan atau Tidak? Ini Amalan yang Dianjurkan Sesuai Sunah
-
Prabowo Tiba di Medan, Akan Takbiran di Sumut dan Salat Id di Aceh Tamiang
-
Dituding Pelakor, Jeni Rahmadial Finalis Puteri Indonesia Dilabrak Istri Sah di Tempat Umum
-
BRI Hadirkan THR Lebaran 2026 dalam Bentuk Emas, Ini 6 Cara Transfer di BRImo
-
BRI Dorong Tradisi THR Lebaran Digital, 2 Fitur BRImo Jadi Andalan Nasabah