Suara Denpasar – Market value penyerang keturunan yang diusulkan bela Timnas Indonesia ini lebih besar dibanding harga total skuat 4 klub Liga 1 2023/2024.
Penyerang keturunan yang diusulkan bisa jadi opsi untuk naturalisasi dan bela Timnas Indonesia ke depannya ialah Million Manhoef.
Dilansir dari laman transfermarkt Million Manhoef diketahui lahir di Beemster, Belanda, 3 Januari 2022 silam. Dirinya saat ini berposisi sebagai penyerang sayap dengan postur 179 cm.
Nama Million Manhoef mencuat untuk menjadi opsi tambahan daya gedor Timnas Indonesia tak lepas dari pernyataan pengamat sepak bola nasional Bung Ropan.
Bung Ropan menyampaikan hal tersebut lewat video berdurasi 8 menit 14 detik pada kanal YouTube pribadinya yang diunggah pada Sabtu (31/9/2023).
"Ketua Umum PSSI Erick Thohir sedang menyiapkan sebuah langkah yang sangat bagus. ingin mendapatkan pemain (naturalisasi) depan atau di lini serang," kata Bung Ropan.
Hal itu bertujuan agar ketajaman Timnas Indonesia mampu memperbesar peluangnya untuk bisa tampil di Piala Dunia 2026 mendatang.
"Makanya saya masih mengutak-atik dengan nama-nama yang saya sebut kemarin, apakah Million Manhoef, ini pemain muda, yang mungkin bisa kalau diambil," ucap Bung Ropan.
"Dua alternatif yang kemarin saya lihat adalah Ragnar Oratmangoen, 25 tahun dari Fortuna Sittard," tambahnya dikutip Suara Denpasar dari kanal YouTube pribadinya, Minggu (1/10/2023).
Baca Juga: Warganet Dukung Million Manhoef Perkuat Timnas Indonesia, Tapi Malah Ungkap Kesulitan Ini
Akan tetapi ada hal menarik yang bisa dicermati oleh para penggemar sepak bola nasional terkait usulan Bung Ropan untuk memasukan Million Manhoef dalam daftar naturalisasi.
Pasalnya Million Manhoef diketahui memiliki market value yang begitu mencengangkan.
Berdasarkan situs Transfermarkt, market value Million Manhoef menembus angka Rp60,84 miliar per 23 Juni 2023.
Jumlah market value yang dimiliki Million Manhoef ternyata lebih besar dari harga total empat klub Liga 1 2023/2024, yakni Arema FC (Rp60,58 miliar), RANS Nusantara FC (Rp60,14 miliar), Persikabo 1973 (Rp59,36 miliar), dan Persita Tangerang (Rp55,62 miliar). (*/Ana AP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Beasiswa Digital Talent 2026 Dibuka untuk 2.200 Peserta
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2026, Bidan di Belitang Menang Hadiah Mobil
-
Audit Investigasi Tuntas! Bukti Transfer Ungkap Praktik Jual Beli Jabatan di Pemkab Bogor
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi
-
Negosiasi Pasokan BBM dan LPG dari Rusia, Menteri ESDM: Hasilnya Memuaskan
-
Langkah Nyata PTBA Pulihkan Trauma dan Sekolah Rusak Pascabanjir di Sumatera
-
Sudah Melecehkan, Malah Memukul: Jejak Kriminal Mahasiswa Untirta yang Kini Diusir dari Kampus
-
Pasar Modal Lebih Sehat dan Kredibel Berkat Reformasi OJK