Suara Denpasar - Penjabat (Pj) Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya secara resmi membubarkan Satgas Covid-19 melalui Keputusan Gubernur Bali Nomor 840/04-G/HK/2023 tentang Pencabutan Keputusan Gubernur Bali No 274/01-C/ HK/2020.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, I Made Rentin.
Rentin menjelaskan pembubaran itu sejalan dengan kebijakan nasional, global bahkan internasional yang telah menyatakan Covid-19 sudah tidak pandemi, tetapi bersatus sebagai endemi.
"Suatu penyakit yang dikategorikan endemi, penyakit itu tetap ada tetapi relatif dan tidak terlalu membahayakan kepada manusia," ucap Rentin saat dihubungi melalui telepon seluler, Rabu (4/10/2023).
Apalagi, Rentin melanjutkan, di Indonesia terlebih Bali memiliki dua senjata utama yang membuat Bali percaya diri ikut menutup satgas penanganan Covid-19 meskipun selalu dikunjungi masyarakat dunia atau wisatawan asing.
"Kita meyakini imun kekebalan di warga masyarakat kita di Bali sudah cukup tinggi, kita tau capaian vaksinasi Covid-19 Bali tertinggi seluruh Indonesia. Hasil survei Kementerian Kesehatan terakhir lebih dari 99 persen tingkat kekebalan imu telah terbangun di masyarakat, itu yang membuat kita menjadi percaya diri," terangnya.
Selain kekebalan imun yang tinggi, kata Rentin, alasan lainnya adalah masyarakat Bali sudah terbiasa dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pola hidup PHBS itu menurutnya sudah lama diterapkan oleh masyarakat Bali, tidak hanya pada saat masa pandemi Covid-19 saja, tetapi sudah sejak lama.
"Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang secara konsisten masyarakat kita di Bali lakukan dalam kehidupan mereka masing-masing, tidak hanya sebatas pada Covid-19, tapi sudah sejak lama."
"Dua kata kunci (imun yang tinggi dan PHBS) itu yang membuat kita yakin astungkara tidak terpapar kembali dari Covid-19, lebih-lebih penyakit lainnya yang berpotensi menyebar di dunia, Indonesia terutama di Bali," tandasnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?