Suara Denpasar - Australia dikabarkan lebih memilih Singapura dan Malaysia ketimbang Indonesia untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2034.
Seperti diketahui, FIFA secara resmi menyatakan bahwa tuan rumah gelaran Piala Dunia 2024 akan diberikan ke benua Asia dan Oceania.
Dalam hal ini Australia berniat mengajak Selandia Baru dan Indonesia untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2023.
Ajakan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 ini dikabarkan sudah muncul sejak tahun 2021 lalu.
Akan tetapi, kini Australia mengubah pemikirannya dan tak lagi mengajak Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2024.
Hal itu disampaikan dalam sebuah laporan media asal Australia, Sydney Morning Herald.
Dalam laporan tersebut, Sydney Morning Herald mengungkap alasan Australia tak lagi mengajak Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2023.
Adapun alasan mereka tak lagi mengajak Indonesia karena adanya Tragedi Kanjuruhan yang terjadi di tahun 2022 lalu.
Tragedi Kanjuruhan itu disebut-sebut akan membuat Australia gagal menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034 jika masih mengajak Indonesia.
"Ketika fans tim Indonesia Arema menyerbu lapangan tahun lalu setelah kalah dari rivalnya Persebaya Surabaya dan memicu bencana stadion terburuk dalam hampir 60 tahun , yang menewaskan 135 orang, dampaknya terasa di seluruh dunia," tulis keterangan Sydney Morning Herald.
"Di Australia, hal ini menggagalkan ambisi lama untuk menjadi tuan rumah acara olahraga terbesar di dunia: Piala Dunia FIFA putra. Rencana penawaran tiga arah antara Australia, Indonesia dan Selandia Baru untuk edisi tahun 2034 telah dibahas secara longgar. Mereka segera tergelincir," lanjutnya.
Selain itu, batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 lantaran adanya demo yang menolak keterlibatan Israel pun disebut-sebut sebagai alasan lain Australia tak mau lagi menggandeng Nusantara.
Sebagai gantinya, Australia dilaporkan akan menggandeng dua negara ASEAN seperti Singapura dan Malaysia.
"Jadi jika Indonesia terlalu berisiko untuk bermitra, lalu siapa lagi yang masuk akal?"
"Jawaban yang jelas terletak sedikit di utara: Singapura dan Malaysia," terang mereka. (*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Meski Dilepas Klub, KMSK Deinze Larang Marselino Ferdinan Bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026?
-
Jordi Amat Absen Bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Karena Cedera, Ilija Spasojevic Beri Suntikan Semangat
-
Marselino Ferdinan Tergeser, Ini Pemain Termuda Timnas Indonesia untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Bau Rokok Membandel di Mobil Bekas? Coba 5 Cara Menghilangkannya dengan Bahan Alami
-
Nilai Transaksi Kripto Nyaris Rp122 Triliun dalam 5 Bulan, Anak Muda Jadi Penggerak Utama
-
PTBA Angkut 1,56 Ton Sampah dari Sungai Enim, Tebar Ribuan Benih Ikan Pulihkan Ekosistem
-
Presiden RI dan PM Singapura Tegaskan Kesepakatan Perihal Selat Malaka
-
Pecah Kongsi Pemkot Bandung! Wawali Erwin Buka-Bukaan Tak Pernah Diajak Bicara oleh Walikota Farhan
-
Syok Saat Kondangan! Orang Tua di Bekasi Pergoki Pembunuh Anaknya Bebas Berkeliaran
-
Rudy Susmanto Minta KPK dan Jaksa Kawal Pembebasan Lahan 2 Proyek Raksasa Bogor
-
Biang Kerok Blackout! Polri Bongkar Korupsi Batu Bara PLTU yang Bikin Listrik Padam Massal
-
Perwali Tolak LGBT Diusulkan di Palembang, Akankah Pemkot Mengabulkannya?
-
Sabet Emas di World Climbing Series, Desak Made: Kami Tak Didukung Pemerintah