Bisnis / Ekopol
Senin, 06 Juli 2026 | 22:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto membahas isu global bersama PM Singapura Lawrence Wong, Senin (6/7/2026). [Bakom RI]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo dan PM Lawrence Wong berkomitmen menjamin keamanan serta kebebasan jalur pelayaran internasional di Selat Malaka.
  • Pertemuan bilateral di Jakarta pada 6 Juli 2026 menegaskan pentingnya menjaga stabilitas wilayah perairan bagi ekonomi global.
  • Kedua negara sepakat bekerja sama dengan negara pantai lainnya dalam menegakkan hukum laut internasional sesuai UNCLOS 1982.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penuh Pemerintah Indonesia dalam menjamin kebebasan serta keamanan jalur pelayaran internasional di kawasan Selat Malaka.

Komitmen strategis tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo seusai menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong, di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Sebagai dua negara tetangga yang berbatasan langsung di perairan tersebut, Indonesia dan Singapura memikul tanggung jawab sekaligus kepentingan yang sama untuk memastikan Selat Malaka tetap menjadi jalur lintasan global yang aman, netral, dan terbebas dari segala bentuk hambatan bagi seluruh pihak.

"Kita akan terus koordinasi dengan Malaysia dan Thailand untuk menjaga agar sesuai dengan UNCLOS 1982, Selat Malaka selalu akan terbuka untuk semua, aman, dan dapat diakses oleh siapapun yang membutuhkan akses," ujar Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama.

Selain aspek kebebasan lintas transit, Kepala Negara juga menyoroti pentingnya mitigasi bersama terhadap berbagai potensi ancaman fisik di sepanjang jalur urat nadi perdagangan dunia tersebut, mulai dari risiko kecelakaan laut hingga bahaya tindakan perompakan.

Menurutnya, stabilitas keamanan di wilayah perairan ini merupakan pilar vital bagi pertumbuhan ekonomi negara-negara pesisir di sekitarnya.

Sikap senada turut disampaikan oleh PM Lawrence Wong. Pemimpin baru Singapura tersebut menilai bahwa negaranya dan Indonesia memiliki keselarasan visi geopolitikal yang sangat kuat, terutama dalam hal menjaga jalur komunikasi laut (sea lines of communications) agar tetap terbuka lebar dan kompetitif.

Lawrence menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Indonesia dan berkomitmen untuk mengoptimalkan peran masing-masing negara pantai (littoral states) demi menegakkan hukum laut internasional, khususnya Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS 1982).

"Saya sepakat bahwa kita akan melakukan bagian kita bersama dengan negara pantai lainnya untuk memastikan bahwa Selat Malaka dan Selat Singapura tetap aman, terbuka, dan dapat diakses oleh semua pihak," tegas PM Lawrence Wong.

Baca Juga: Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?

Melalui kemitraan yang semakin solid ini, baik Jakarta maupun Singapura berharap pengelolaan kawasan perairan Selat Malaka dapat terus berjalan secara seimbang, adil, serta mampu memberikan jaminan rasa aman bagi aktivitas logistik global yang melintas di kawasan Asia Tenggara.

Load More