Suara Denpasar - Publik tanah air dikejutkan dengan adanya kabar soal Australia yang tak mau mengajak Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2034.
Kabar itu disampaikan oleh media asal Australia yakni Sydney Morning Herald. Dalam laporannya, media tersebut mengungkap dua alasan Australia memilih berpaling dari Indonesia untuk menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2034.
Alasan pertama karena di Indonesia sempat terjadi Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan sedikitnya 135 orang meninggal dunia.
Sydney Morning Herald menyebut dampak dari Tragedi Kanjuruhan terasa hingga seluruh dunia.
"Ketika fans tim Indonesia Arema menyerbu lapangan tahun lalu setelah kalah dari rivalnya Persebaya Surabaya dan memicu bencana stadion terburuk dalam hampir 60 tahun, yang menewaskan 135 orang, dampaknya terasa di seluruh dunia," tulis Sydney Morning Herald.
Mereka juga mengatakan bahwa sebelumnya Australia berniat untuk menggandeng Selandia Baru dan Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2034.
Bahkan niatan menjadi tuan rumah bersama itu sudah pernah dibahas sejak tahun 2021 lalu.
Sayangnya, Tragedi Kanjuruhan membuat Australia mengurungkan niatnya untuk menggandeng Indonesia.
"Di Australia, hal ini menggagalkan ambisi lama untuk menjadi tuan rumah acara olahraga terbesar di dunia: Piala Dunia FIFA putra. Rencana penawaran tiga arah antara Australia, Indonesia dan Selandia Baru untuk edisi tahun 2034 telah dibahas secara longgar. Mereka segera tergelincir," paparnya.
Dalam laporan tersebut, Sydney Morning Herald juga mengungkap alasan lain di balik Australia yang mengurungkan niat menggandeng Indonesia.
Menurut mereka, adanya kontroversi terkait batalnya Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pun menjadi bahan pertimbangan.
Terlebih Australia menilai Indonesia terlalu bermain politik lantaran adanya penolakan terhadap keikutsertaan Israel di Piala Dunia U-20.
"Dan seolah-olah ingin memastikan hal tersebut, kontroversi seputar keterlibatan Israel dalam Piala Dunia U-20 putra – di mana para pengunjuk rasa, termasuk gubernur Bali, akhirnya memaksa FIFA untuk mencabut hak tuan rumah Indonesia – merupakan pukulan telak bagi reputasi Indonesia di dunia sepak bola. , yang telah dikacaukan oleh korupsi selama bertahun-tahun, campur tangan politik, dan potensi yang terbuang sia-sia," tuturnya.
Dua masalah itu lah yang pada akhirnya membuat Australia batal mengajak Indonesia untuk mencalonkan diri sebagai tuan rumah bersama Piala Dunia 2034.
Meski demikian, pihak Australia disebut-sebut telah menemukan pengganti Indonesia untuk menjadi tuan rumah bersama.
Berita Terkait
-
Ogah Ajak Indonesia, Australia Kini Berencana Gandeng Singapura dan Malaysia untuk Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034
-
Meski Dilepas Klub, KMSK Deinze Larang Marselino Ferdinan Bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026?
-
Jordi Amat Absen Bela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Karena Cedera, Ilija Spasojevic Beri Suntikan Semangat
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Inflasi Sumsel Menurun, Tekanan Harga Masih Mengalir di Sektor Konsumsi
-
Enam Kali Beraksi di Magetan, Petualangan Maling Motor Asal Sidoarjo Berakhir di Tangan Polisi
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Final Four Proliga 2026: Gresik Phonska Plus Tumbangkan Jakarta Electric PLN 3-0
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Final Four Proliga 2026: LavAni Ikuti Jejak Bhayangkara, Selangkah Lagi Juara Putaran Pertama
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Bukan Sekadar Hobi, Menggambar Diusulkan Jadi Gerakan Nasional: Mei Dipilih Jadi Momennya
-
Hasil BRI Super League: Brace Ramon Tanque Bawa Persib Kalahkan Semen Padang