Perdarahan setelah berhubungan seksual.
Perdarahan pasca-menopause.
Nyeri atau ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.
Keputihan dengan bau yang kuat.
Keputihan yang mengandung darah.
Buang air kecil yang lebih sering.
Bercak di urine.
Ciri-ciri kanker serviks pada stadium awal ini bisa menyerupai gejala penyakit lain, oleh karena itu penting untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut jika mengalami gejala-gejala ini.
Baca Juga: Lirik Lagu Kisinan 2 - Masdddho 'Bola Bali Nggo Dolanan' Viral TikTok
STADIUM SEDANG
Pendarahan pada vagina di luar periode haid.
Rasa sakit saat berhubungan seksual.
Nyeri panggul.
Pendarahan bercampur keputihan.
Periode haid yang lebih lama dari biasanya.
STADIUM LANJUT
Sakit punggung.
Nyeri pada tulang.
Kelelahan yang tidak dapat dijelaskan.
Keluarnya urin atau tinja dari vagina.
Pembengkakan pada kaki.
Penurunan berat badan yang signifikan.
Tahap lanjut biasanya menggambarkan tingkat perkembangan dan penyebaran kanker.
Angka harapan hidup pasien bergantung pada tingkat kanker saat didiagnosis. Deteksi dini sangat penting untuk memastikan prognosis yang lebih baik.
Untuk diketahui 99,7 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV), yang sering ditularkan melalui hubungan seksual.
Melindungi diri dengan vaksinasi HPV adalah langkah penting dalam pencegahan kanker serviks.
Selain itu, ada faktor risiko lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena kanker serviks, termasuk aktivitas seksual yang dini, memiliki infeksi menular seksual lainnya, sistem kekebalan tubuh yang melemah, dan paparan obat-obatan tertentu selama kehamilan.
Seiring dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat, pencegahan kanker serviks juga mencakup vaksinasi, skrining rutin, pengobatan dini, dan perawatan paliatif.
Tes skrining, seperti IVA Test atau Pap Smear, digunakan untuk mendeteksi kanker serviks atau sel prakanker yang berpotensi berkembang menjadi kanker. Pemeriksaan ini idealnya dikombinasikan dengan tes HPV DNA.
Pemeriksaan lebih lanjut termasuk kolposkopi untuk memeriksa sel yang abnormal, biopsi, dan tes darah lengkap.
Pengobatan kanker serviks bergantung pada tingkat kanker, tetapi biasanya melibatkan pembedahan, kemoterapi, radioterapi, atau pengangkatan rahim.
Meskipun tidak ada gejala kanker serviks yang khusus untuk siklus menstruasi yang tidak teratur, penting untuk selalu memperhatikan perubahan dalam tubuh dan menjalani pemeriksaan rutin. Deteksi dini adalah kunci untuk melawan kanker serviks dan meningkatkan peluang penyembuhan. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis
-
Dituduh Terima Uang dari Hanania Travel, Anisa Rahma dan Suami: Kami Malah Bayar Rp100 Juta!
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Mahar Rp126 Ribu di Balik Jeruji: Kisah Haru Akad Nikah Tahanan Narkoba di Polres Pringsewu
-
Tak Terima Ditagih Utang, Kakak Beradik di Pringsewu Kompak Aniaya Korban
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah
-
Tak Harus Daur Ulang, Merawat Barang Juga Bentuk Gaya Hidup Less Waste
-
Soal Masa Depan Emil Audero di Como, Sang Agen Beberkan Situasinya