Suara Denpasar - Seorang wanita bernama Dina dari Kalimantan Timur menceritakan kesaksian suaminya soal kepuhunan.
Kapuhunan merupakan kepercayaan warga Kalimantan Timur, yang konon katanya apabila pendatang melanggar aturan tidak tertulis atau kepercayaan masyarakat setempat, maka akan mendapatkan malapetaka.
Dina menceritakan kisah suaminya yang merupakan pekerja di salah satu perusahaan, untuk menuju ke tempat kerjanya, ia harus melewati sungai yang merupakan hulu dari Sungai Mahakam.
Akan tetapi Dina tidak menyebutkan nama sungai itu lantaran dinilai sangat sensitif apabila dijelaskan secara detail.
Cerita ini disampaikan Dina melalui email ke kanal YouTube Nadia Omara, sebagaimana dilansir Suara Denpasar pada Kamis, (26/10/2023).
Berikut ini cerita pekerja bernasib tragis mengalami Kapuhunan yang konon katanya disebabkan karena melanggar aturan kepercayaan di Kalimantan Timur.
Peraturan Kepercayaan di Sungai Tersebut
Dina menceritakan bahwa masyarakat setempat meyakini suatu kepercayaan, dimana bagi pendatang atau yang bukan warga asli setempat harus mengucapkan "permisi" atau meminum air sungai itu jika ingin melewati sungai tersebut.
Insiden Tragis Pekerja yang Mengalami Kapuhunan
Suatu hari ketika suami Dina pulang kerja dan melewati sungai itu bersama kawan-kawannya menggunakan perahu, mereka melihat seseorang sedang berusaha berenang ke tepian daratan.
Kala itu waktu sudah menunjukan sore hari, suami Dina dan kawan-kawannya akhirnya memutuskan menghampiri pria tersebut dengan maksud memberikan pertolongan.
Ketika dihampiri, pria itu mengaku sebagai seorang pekerja di salah satu perusahaan, dan ia tengah mencari temannya yang hilang tenggelam ditarik oleh sosok mistis.
Ia menceritakan bahwa ia dan temannya sedang mencari ikan di sana, kemudian tiba-tiba temannya hilang tertarik ke dalam sungai.
Suami Dina menarik pria itu ke perahu dengan maksud menolongnya, namun tubuhnya terasa tak bisa ditarik seolah ada yang menahannya dari bawah sungai.
Kawan suami Dina kemudian terkejut saat melihat bahwa di bawah air sungai ada anak kecil yang matanya seperti buaya, ia sedang memeluk erat kaki pria yang hendak ditolong itu.
Berita Terkait
-
Untuk Pulihkan Kepercayaan Publik, Pejabat Kementan Teken Pakta Integritas Zero Tolerance for Integrity
-
Lagi Viral di TikTok jadi Tempat Curhat Segala Masalah, Siapakah Nadia Omara?
-
Hadirkan Koleksi Spesial di Fashion Nation, Brand Ini Utamakan Kenyamanan Untuk Anak: Bisa Bangun Kepercayaan Diri
-
Biodata Nadia Omara: YouTuber Konten Horor yang Namanya Sering Disebut Warganet Jadi Jokes
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Optimalkan Pelayanan Publik, Mendagri: Pentingnya Penguatan Kapasitas & Dukungan Bagi Kepala Daerah
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Semakin Praktis, Pembayaran Transportasi Umum Kini Cukup Tempel HP
-
Polisi Sita Parang hingga Golok Jelang Aksi Ribuan PSHT di Surabaya
-
Polda Jatim Bongkar Kasus Peretasan Ratusan Website Sekolah untuk Promosi Judi Online
-
Semangat Brasil di Dunia Fashion, Dari Pantai Copacabana hingga Hutan Tropis Jadi Inspirasi Gaya
-
5 Shio yang Menarik Keberuntungan pada 31 Juli 2026, Apakah Kamu Masuk?
-
Dana Pihak Ketiga Melonjak, Efisiensi Biaya Bikin BRI Makin Perkasa
-
Rektor UMY: URI Bisa Picu Perebutan Dosen dan Gerus Anggaran Pendidikan
-
Bukan Buang Uang, Bea Cukai Ungkap Alasan Pabrik Sawit Dapat Fasilitas Khusus Kawasan Berikat