- KPK memeriksa Mochamad Andi Hary Murty pada 30 April 2026 terkait dugaan korupsi proyek di Balai Perawatan Perkeretaapian Ngrombo.
- Penyidik mendalami peran Bupati Nonaktif Pati, Sudewo, dalam mengatur pemenang tender proyek serta pembagian jatah proyek pembangunan jalur kereta.
- Sudewo diduga menerima aliran dana *commitment fee* sebagai imbalan atas pengaturan proyek infrastruktur di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian tersebut.
Suara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Fokus penyidik kini mengarah tajam pada dugaan praktik "main mata" dalam penentuan pemenang proyek di Balai Perawatan Perkeretaapian Ngrombo yang menyeret nama Bupati Nonaktif Pati, Sudewo (SDW).
Guna membongkar skenario tersebut, penyidik KPK memeriksa Kepala Balai Perawatan Perkeretaapian Ngrombo, Mochamad Andi Hary Murty, sebagai saksi kunci pada Kamis (30/4/2026).
Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengonfirmasi sejauh mana intervensi Sudewo dalam mengatur siapa saja perusahaan yang "berhak" memenangkan tender.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, meneybut penyidik tengah mendalami pola pengaturan dan pembagian jatah atau plotting calon penyedia jasa yang diduga dikendalikan oleh sang bupati nonaktif.
“Saksi didalami terkait pengaturan, pengkondisian, dan plottingan calon penyedia di lingkungan Balai Perawatan Perkeretaapian Ngrombo khususnya yang dilakukan oleh Tersangka SDW,” ungkap Budi kepada wartawan.
Pusaran Commitment Fee Proyek Kereta
Sudewo sendiri telah resmi menyandang status tersangka dalam kasus dugaan suap pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di DJKA Kemenhub. Namanya muncul sebagai salah satu aktor yang diduga mencicipi "kue" dari proyek negara tersebut.
Lembaga antirasuah mengendus adanya aliran uang haram berupa commitment fee yang mengalir ke kantong Sudewo sebagai imbalan atas pengaturan proyek yang ia lakukan.
Baca Juga: Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan
“Saudara SDW merupakan salah satu pihak yang diduga juga menerima aliran commitment fee terkait dengan proyek pembangunan jalur kereta,” ungkap Budi Prasetyo dalam keterangan sebelumnya di Gedung Merah Putih KPK.
Kasus suap jalur kereta api ini bukanlah satu-satunya jeratan hukum yang dihadapi Sudewo.
Selain skandal di DJKA, Sudewo juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap calon perangkat desa di wilayah kekuasaannya sendiri, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Rentetan kasus ini memperlihatkan pola penyalahgunaan wewenang yang sistematis, mulai dari level desa hingga proyek infrastruktur nasional.
Kini, KPK terus mendalami bukti-bukti tambahan untuk memperkuat konstruksi perkara Sudewo, memastikan setiap rupiah dari "aksi plotting" tersebut dapat dipertanggungjawabkan di hadapan meja hijau.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga
-
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru TPPU Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Di Balik Profesi Petugas Damkar, Ada Risiko yang Tak Selalu Terlihat
-
Sepertiga Remaja Alami Masalah Kesehatan Mental, Skrining Tanpa Pendampingan Tak Berarti