- Anggota DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, melakukan sidak pabrik makanan ringan di Green Garden, Jakarta Barat, pada Kamis (30/4/2026).
- Sidak dilakukan karena warga mengeluhkan aktivitas pembakaran sampah terbuka dan operasional truk besar yang mengganggu kenyamanan lingkungan pemukiman.
- Legislator meminta pemilik pabrik mematuhi aturan operasional serta meningkatkan aspek keamanan untuk mencegah risiko kebakaran di kawasan padat penduduk.
Suara.com - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah pabrik makanan ringan di perumahan Green Garden, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (30/4/2026).
Sidak tersebut dilakukan menyusul adanya laporan warga terkait aktivitas pembakaran sampah dan kayu secara terbuka yang dikhawatirkan memicu kebakaran.
Dalam sidak tersebut, legislator dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini membawa serta petugas Satpol PP, Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga aparat Kelurahan dan Kecamatan untuk melakukan pemeriksaan di lokasi.
"Saya mendapatkan foto, video, bukti-buktinya, maka saya minta dari aparat, termasuk dari Satpol PP, dari Damkar, dari Kelurahan dan Kecamatan untuk memeriksa," ujar Kevin kepada wartawan di lokasi.
Pabrik tersebut diketahui menggunakan kayu sebagai bahan bakar dalam proses produksinya.
Kevin menekankan bahwa aktivitas pembakaran di ruang terbuka sangat berbahaya karena lokasi pabrik berada di tengah pemukiman padat yang banyak memiliki material rumah berbahan kayu serta kabel listrik yang semrawut.
"Karena ini potensinya terbuka dan ketika api ada di pemukiman kan kita tahu semua risikonya. Apalagi kita lihat ini padat penduduk dan masih banyak, baik kabel maupun rumahnya dari kayu dan lain sebagainya," jelas Kevin.
Kevin menyatakan telah bertemu langsung dengan pemilik pabrik guna menyampaikan keresahan masyarakat sekaligus mencari solusi bersama agar aturan operasional dan aspek keamanan diperhatikan secara serius.
"Yang kita minta agar memperhatikan aturan dan juga tadi risiko-risiko yang mungkin terjadi. Itulah keluhan pertama, jadi pembakaran di ruang terbuka api yang besar," tambahnya.
Baca Juga: Omzet Rp3,5 M, Setoran Parkir Blok M Square ke Kas Jakarta Cuma Rp711 Juta, Ada Apa?
Selain masalah pembakaran, warga juga mengeluhkan operasional truk besar pengangkut barang dari pabrik tersebut yang melintasi jalanan pemukiman. Aktivitas kendaraan berat ini dianggap mengganggu mobilitas dan kenyamanan warga setempat.
"Saya datang langsung, ketemu dengan pemilik. Saya minta pemiliknya langsung untuk memahami keresahan masyarakat," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Ketum Posyandu Tekankan Pentingnya Mendidik Generasi Emas 2045
-
Tri Tito Karnavian Tekankan Implementasi 6 SPM di Peringatan Hari Posyandu Nasional
-
Jadi Pemicu Kecelakaan Maut KRL: Sopir Taksi Green SM Baru Kerja 3 Hari dan Cuma Dilatih Sehari!
-
Tragedi KRL Maut Bekasi Timur Naik Penyidikan: Polisi Bidik Tersangka!
-
Mitos Zona Aman Gerbong Tengah: Mengapa Usul Menteri PPPA Dinilai Tak Sentuh Akar Masalah?
-
Demi Wujudkan Kesejahteraan, Wamendagri Ribka Minta Papua Dukung Asta Cita Presiden
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan