/
Minggu, 29 Oktober 2023 | 14:15 WIB
Potret proyek perbaikan jembatan Yehembang Kauh (Istimewa)

Suara Denpasar - Mohammad Alhabsyi menjelaskan soal duduk perkara tudingan bahwa perbaikan jembatan di Desa Yehembang Kauh lamban.

Ungkap dia, sebenarnya bukan lampan, tetapi ada tambahan volume pekerjaan. Selain itu, sudah juga dibuat adendum baru untuk penambahan pengerjaan 21 hari.

Hal tersebut diungkap Alhabsyi kepada awak media, Minggu 29 Oktober 2023. "Adendum dapat 21 hari, karena ada pekerjaan lain dan juga urukan juga banyak jumlahnya," katanya.

Urukan yang dimaksud supaya jembatan dan jalan tidak terlalu njomplang dan membahayakan masyarakat yang melintas.

Adanya penambahan waktu itu, artinya proyek tersebut batas deadlinenya menjadi 25 November 2023. "Kalau masih terlambat, ya di denda," akunya.

Namun, pihaknya optimistis proyek tersebut akan selesai tepat waktu. Mengingat, saat ini pihaknya masih menunggu Balok Girder Beton dari pabrikan Calvary di Mojokerto, Jawa Timur.

"Pekerjaan di lapangan masih menunggu balok girder datang dan sekarang masih dikerjakan di pabrik Calvari Mojokerto," terangnya.

Pernyataan itu juga sekaligus menjawab pertanyaan dari masyarakat terkait tudingan lambannya pengerjaan jembatan.

Mengingat, masyarakat berdasar papan pengumuman di proyek dan juga sosialisasi dewan. Artinya, warga juga tidak mengetahui adanya penambahan waktu pengerjaan yang disepakati dengan pihak Pemkab Jembrana. ***

Baca Juga: Kisah Cak Sodiq 14 Tahun Rawat Istri Stroke, Dijamin Bikin Mewek

Load More