Suara Denpasar - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan bahwa aturan promosi dan degradasi di Liga 1 tidak berubah.
Hal itu disampaikan oleh Erick Thohir usai beredar kabar bahwa akan ada perubahan jumlah tim yang degradasi pada Liga 1 musim ini.
Erick Thohir menegaskan bahwa regulasi mengenai kompetensi adalah hal yang tak bisa diubah karena sesuai dengan keputusan kongres.
"PSSI tegas berpegang pada ketentuan yang berlaku bahwa promosi dan degradasi adalah tiga tim. Tak ada tawar menawar soal itu!," ujar Erick Thohir dikutip dari laman PSSI.
Erick Thohir berpegang teguh kepada peraturan fair play yang telah ditetapkan oleh FIFA, sehingga tak ada perubahan di tengah jalannya Liga.
"Tidak ada perubahan di tengah jalan. PSSI tidak menoleransi dan jelas menolak isu itu karena tidak sesuai dengan semangat fair play," tambah Erick.
Mengetahui jumlah tim yang akan degradasi pada Liga 1 musim ini tak ada perubahan, Netizen pun menyebut kata panik.
"Panik," tulis akun @rkyy.16 dikutip dari laman komentar postingan Instagram pasukan ngapak.
"Ketar-ketir nih," tulis akun @muharikardiamsyah.
"Negosiasi Sumarji agar timnya tidak degradasi kepada Erick Thohir berjalan Alot," tulis akun @macan23_05.(*/Ana AP)
Berita Terkait
-
Shin Tae-yong Terima Pinangan Seongnam FC, Bagaimana Kontraknya dengan PSSI?
-
Sampai Memohon! Calon Pemain Naturalisasi Ini Minta Respon Ketua Umum PSSI Erick Thohir, Shin Tae yong Segera Pantau?
-
Kena Sanksi Komdis PSSI, Anak Legenda Persebaya Surabaya Angkat Bicara Beri Pembelaan
-
Daftar Pemain yang Terkena Sanksi dan Denda dari PSSI, Ada yang Harus Bayar Rp10 Juta
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi