Suara Denpasar- Masalah sampah masih menjadi persoalan klasik sampai saat ini di kalangan pemerintah dan masyarakat.
Menumpuknya sampah di TPA seluruh Pulau Dewata masih menjadi bukti bahwa giat daur ulang sampah harus semakin kencang diserukan.
Hal ini lah yang dilakukan oleh Sanggar Seni Lukis Jepun Putih. Salah satu sanggar seni di Bali ini dengan tekun mengajak anak-anak untuk mengubah sampah plastik menjadi seni lukis bernilai ekonomi.
Upaya Sanggar Seni Lukis Jepun Putih itu pun mendapat apresiasi dari Wakil Walikota Denpasar (Wawali) Arya Wibawa atas usahanya melibatkan anak-anak dalam mengubah sampah plastik menjadi karya seni.
Melansir dari akun instagram @joyful.denpasar melalui giatnya, pada 16-19 November mendatang akan dihadirkan Pameran Lukisan Anak-Anak Sanggar Seni Lukis Jepun Putih dengan tema "Daur Ulang Sampah Plastik Menjadi Lukisan di Media Kaca dalam Semangat Kepahlawanan".
Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar pu memberikan apresiasi terhadap pameran yang akan diadakan di Plaza Pasar Badung Denasar itu.
Dalam audensinya ke Kantor Walikota Denpasar, Pemilik Sanggar Jepun Putih, I Wayan Adnyana mengatakan, kepedulian terhadap sampah plastik menjadi sebuah permasalahan klasik masa kini.
Ia menuturkan, menjadi tanggung jawab bagi semua kalangan untuk ikut andil dengan memberikan edukasi sejak dini tentang pentingnya mendaur ulang sampah plastik.
Atas dasar ikut mengambil peran dalam proses daur ulang sampah itu lah, Sanggar Jepun Putih berencana menggelar pameran lukisan bertema daur ulang sampah dengan melibatkan anak-anak. (*/Ana AP)
Baca Juga: Polresta Denpasar Mulai Buru Pengendara BRV yang Tabrak Lari 2 Teknisi AC, Korban Remuk Kakinya
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling 'Skena' di Jakarta, Nomor 4 Lagi Banyak Diburu Kolektor
-
5 Alasan Tren 'Slow Living Run' Kini Bikin Banyak Orang Lebih Suka Lari Santai di Taman Kota
-
HKBP Pastikan UHN Terus Bertransformasi, Tetap Jadi Kampus Inklusif untuk Semua
-
Long Weekend ke Singkawang, Ada Festival Dayak Naik Dango, Kuliner dan 80 Stan UMKM
-
Dunia Sedang Bergejolak, Xi Jinping dan Donald Trump Gelar Pertemuan Rahasia di Beijing!
-
Saat Perempuan Punya Penghasilan Sendiri, Risiko Kekerasan Disebut Bisa Berkurang
-
Long Weekend Dimanfaatkan Warga Palembang untuk Borong Emas saat Harga Turun Rp20 Ribu
-
Gubernur Khofifah Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026 di Grahadi
-
Kisah Douglas Santos Tolak Naturalisasi Rusia, Target Timnas Brasil Juara Piala Dunia 2026
-
Proses DNA Ungkap 11 Identitas Korban Bus ALS di Muratara, 3 Jenazah Masih Misterius