Suara Denpasar - Kemajuan teknologi yang sedemikian pesat membuat kehidupan manusia tidak bisa lepas dengan yang namanya perangkat elektronik.
Namun tahukah kamu jika perangkat elektronik disebut menjadi ancaman bagi manusia karena menjadi penyebab terjadinya cedera pada tubuh.
Melansir dari laman androidauthority, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh National Electronic Injury Surveillance System (NEISS).
NEISS telah menghimpun data yang didapat dari rumah sakit di Amerika secara nasional, soal cedera yang berkaitan dengan produk yang digunakan oleh banyak orang.
Berdasarkan studi tersebut, cedera karena teknologi atau benda elektronik mengalami peningkatan sebesar 20% sejak tahun 2020 lalu.
Perangkat televisi menyumbang persentase terbesar dalam angka tersebut sebagai perangkat elektronik yang menjadi penyebab utama cedera.
Cedera yang diakibatkan oleh televisi berupa keseleo dan otot yang kaku pada area punggung bagian bawah.
Hal ini tak lain karena seseorang terlalu lama duduk untuk menonton televisi. Juga cedera terjadi ketika seseorang mengangkat atau memindahkan televisi ke suatu tempat.
Namun cedera karena televisi juga disebut mengalami penurunan drastis sebanyak nyaris 70%. Penyebabnya adalah tergantikannya TV tabung yang berat.
Baca Juga: Sho Yamamoto Dikabarkan Hengkang dari Persebaya Surabaya, Benarkah?
Di peringkat kedua adalah cedera yang diakibatkan oleh penggunaan smartphone yang jumlah persentasenya sebesar 23%. Dan sepertinya akan menyalip cedera akibat televisi karena angkanya terus mengalami peningkatan sebanyak 28% dalam 10 tahun terakhir.
Data menunjukkan bahwa cedera akibat smartphone berupa nyeri di wajah. Juga dapat diakibatkan karena ponsel terjatuh atau terlempar mengenai anggota tubuh.
Selain itu data juga menunjukkan peningkatan cedera paling banyak disebabkan oleh penggunaan ponsel sambil berjalan kaki, berbicara, dan mengirim SMS.
Studi tersebut menyatakan bahwa faktor-faktor di atas seringnya mengakibatkan pergelangan kaki terkilir bahkan siku hingga wajah dan kepala memar.
Selanjutnya komputer dan video game, perangkat audio, dan baterai menempati posisi ketiga, keempat, dan kelima. Hal ini karena komputer dan video game dapat merusak postur tubuh.
Sedangkan earbud dan headphone di peringkat selanjutnya karena menyebabkan sakit telinga.
Oleh karenanya perlunya membatasi pemakaian perangkat elektronik agar tidak berlebihan bisa jadi solusi agar kita terhindar cedera. Tak hanya itu menjaga pola hidup sehat dan berolahraga juga diperlukan untuk menghindari cedera. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
Terkini
-
Dinamika Penjualan Kendaraan Batam Menggeliat Lewat Pameran Otomotif
-
Jung Hae In Diincar Perankan Agen Properti VIP di Drama Lucky Seoul
-
PP Tunas Mulai Diterapkan, Komdigi Apresiasi Netflix Hadirkan Konten Anak yang Aman
-
7 Cara Memilih Pompa Air yang Hemat Listrik untuk Rumah Tangga, agar Tagihan Tidak Membengkak
-
Netflix Ungkap Rahasia Konten Anak Laris, Kini Kuasai 22% Waktu Tonton Global
-
5 Koleksi Tas Hermes Erling Haaland, Seri Birkin Jadi Favorit Sang Striker
-
5 Pilihan Frame Kacamata yang Cocok untuk Wajah Bulat Berhijab, Dapat Review Sempurna
-
Novel Epilog Mushoku Tensei Resmi Tamat, Volume Terakhir Rilis November
-
Produksi Pupuk Petrokimia Gresik Tembus 2,7 Juta Ton pada Semester I 2026
-
Yoyok Sukawi Pastikan PSIS Semarang Bebas dari Larangan Transfer FIFA