Suara Denpasar – Pratama Arhan disorot usai dalam kontrak terakhirnya di Tokyo Verdy tak dapat menit bermain.
Mantan pemain PSIS Semarang itu minim jam terbang di Liga Jepang, hal itulah juga yang mempengaruhi dirinya di Timnas Indonesia.
Bahkan menurut salah satu pengamat sepakbola Justin Laksana, Shin Tae yong tak bisa terus mengandalkan lemparan jauh Arhan.
Menurutnya Shin lebih bisa mengoptimalkan peran Shayne Pattynama, karena jam terbang berpengaruh pada performa.
Timnas Indonesia juga tak bisa bergantung pada lemparan jauh Pratama Arhan saat di Piala Asia nanti.
Terutama saat berhadapan dengan negara timur tengah yang mempunyai postur tubuh tinggi besar.
“Kalau lemparan menghadapi tim Asia Tenggara okelah, tapi kalau Timur Tengah,” ucapnya dalam potongan video yang diunggah akun instagram @indowarehouse_
“Arhan gak pernah main, malah lebih sering post ig,” tambahnya.***
Baca Juga: Rapat Koordinasi Perubahan Tugu Pesilat di Jenangan Ponorogo Berjalan Alot
Berita Terkait
-
Tak Dapat Tempat? Pengamat Sepak Bola Sarankan Shin Tae yong Ganti Pratama Arhan ke Sosok Naturalisasi Asal Eropa
-
PSIS Semarang Disanksi Pertandingan Tanpa Penonton, Yoyok Sukawi Siap Ajukan Banding
-
Ricuh di Jatidiri, Suporter PSIS Semarang Panser Biru-Snex Kena Banned Hingga Akhir Musim, Begini Kronologinya
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama
-
Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan
-
Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?
-
10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas
-
Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja
-
Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?
-
175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya
-
Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?
-
Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi