/
Kamis, 14 Juli 2022 | 20:30 WIB
suara.com

Depok.suara.com - Mabes Polri menanggapi laporan adanya intimidasi yang dialami dua orang jurnalis ketika meliput rumah dinas Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pihak kepolisian tidak membenarkan adanya kekerasan terhadap wartawan. Pihaknya pun berjanji akan mengusut kasus tersebut.

"Nanti akan diusut, dan coba saya tanyakan juga ke Kapolres Jakarta Selatan," kata Dedi kepada wartawan, Kamis (14/7/2022).

Namun, saat ditanya apakah tiga orang pelaku adalah anggota Polri, Dedi tak memberikan jawaban pasti. Ia malah meminta dua jurnalis yang diintimidasi tersebut melapor secara resmi ke pihak kepolisian.

"Ojo mengandai-andai kalau belum jelas. Biar buat laporan aja ke Polres Jakarta Selatan, biar jelas sekalian," katanya.

Sebelumnya, dua jurnalis dari CNN Indonesia dan 20 Detik mengatakan jika mereka mendapat intimidasi dari tiga orang tak dikenal saat meliput rumah Irjen Ferdy Sambo.

Tiga orang berbadan tegap dan berambut cepak itu menghampiri mereka saat sedang mewawancarai tukang sapu komplek. Mereka juga langsung merampas posel jurnalis dan menghapus video dan foto hasil liputan.

"Ketemu lah Pak Asep lah di pertigaan tuh di pinggir jalan. Oh iya saya Pak Asep, oh ya udah. Sambil wawancara tuh sempat ada orang nyamperin, manggil si Pak Asep, terus ya udah kita lanjut wawancara tuh sama Pak Asep sambil videoin segala macam," ucap jurnalis 20 Detik.

Jurnalis CNN Indonesia membenarkan pernyataan tersebut. Kata dia ketika proses wawancara mereka langsung dihampiri oleh tiga OTK. Mereka langsung menghentikan proses wawancara dan merampas ponsel genggam dan menghapus foto hingga video.

Baca Juga: Ditipu Bisnis Rental Mobil, Jessica Iskandar Tertunduk Lemas

"Tinggi kira-kira 170 cm, rambut cepak pakai kaos hitam. Tiba-tiba samperin kami dan menghapus foto dan video," ujar sang jurnalis CNN yang enggan disebut namanya.

Dia juga menyebut, ketiga OTK itu memperingati jurnalis untuk tidak meliput lagi di sekitar lokasi. Satu dari tiga OTK itu berkata kalau jurnalis sudah terlalu jauh dalam melalukan peliputan.

"Kalau masih di sana [rumah Ferdy Sambo] enggak apa-apa. Tapi kalau ke sini sudah terlalu jauh."

Sumber: Suara.com

Load More