/
Minggu, 17 Juli 2022 | 11:24 WIB
Istimewa

Depok.suara.com, Guna mengantisipasi lonjakan kasus Covid 19 saat musim kepulangan jemaah haji dari tanah suci, Pemerintah telah menyiapkan skrining kesehatan berlapis.

“Skrining yang dimaksud adalah pengecekan suhu tubuh melalui thermal scanner dan thermal gun,  pengecekan tanda dan gejala serta melakukan observasi terhadap jemaah di Asrama, ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro, dalam keterangan persnya, Jumat (15/07/2022), secara virtual.

Apabila ditemukan jemaah dengan gejala demam atau menunjukkan potensi penyakit menular, kata Reisa,  maka akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan tes Antigen.

“Jika hasilnya positif, akan dirujuk ke fasilitas isolasi terpusat untuk kasus tanpa gejala atau gejala ringan," terangnya.

"Sementara yang bergejala sedang atau berat akan dirujuk ke rumah sakit rujukan COVID-19,” sambungnya.

Untuk jemaah yang dinyatakan sehat saat kedatangan dan observasi, Lanjut Reisa, maka dapat kembali ke rumah dengan imbauan untuk terus memantau kondisi kesehatannya selama 14 hari.

Langkah antisipasi lain yang dilakukan, kata Reisa, yakni Kementerian Kesehatan telah menginstruksikan seluruh rumah sakit untuk menyiapkan 10 hingga 30 persen kapasitas tempat tidur.

“Lalu juga menyiapkan sejumlah tempat isolasi mandiri terpusat, begitu pun penyiapan alkes (alat kesehatan), SDM, obat-obatan, dan APD,” tuturnya.

Sebagai informasi, masa kepulangan jemaah haji ke tanah air akan berlangsung dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada tanggal 15 hingga 30 Juli 2022 dan gelombang kedua pada tanggal 30 Juli sampai dengan 13 Agustus 2022.

Baca Juga: Sudah Dapat Jatah, PPIH Debarkasi Solo Imbau Jemaah Haji Tak Perlu Bawa Air Zamzam Sendiri

Load More