Getaran yang dihasilkannya juga tidak kuat dan tidak berpotensi menimbulkan bencana tsunami berarti. Namun bilamana tekanan yang disimpan dalam batuan cukup tinggi, maka patahan yang dihasilkan akan sangat besar. Hal ini memicu terjadinya gempa besar yang melibatkan patahan yang panjang dan area yang luas.
"Tsunami bisa terjadi pada patahan naik dan turun akibat terganggunya ruang akomodasi air laut. Gempa mega thrust yang sering kita dengar terjadi akibat gerakan sesar atau patahan-patahan naik di lepas pantai selatan Pulau Jawa. Hal ini dapat memicu gelombang tsunami besar," jelasnya.
Ia menyebut, satu hal yang harus di ajarkan pada masyarakat Cilacap dan sekitarnya adalah bahwa bila tekanan atau stress yang ada di batuan bawah laut sering dilepaskan sebagai gempa bumi maka tekanan yang besar tidak akan terjadi.
Dengan demikian ancaman bencana tsunami juga dapat dihindarkan. Dengan demikian masyarakat tidak perlu waspada akan adanya ancaman tsunami bila di area Cilacap sering terjadi gempa-gempa kecil (gempa ringan dengan skala 4-4,9 dan gempa minor degan skala 3-3,9).
Hal ini menjadi pertanda bahwa tekanan yang dialami batuan telah dilepaskan dan tidak terjadi tekanan berlebihan yang berbahaya. Dengan demikian kejadian gempa-gempa ringan yang sering terjadi perlu untuk kita harapkan kejadiannya dan kita syukuri.
"Kita malah harusnya takut bila gempa tersebut tidak kunjung datang," kata Dr.Ir.Asmoro Widagdo,ST.,MT.,IPP. yang juga anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia
Ia menambahkan hal terpenting bagi warga pesisir selatan Jawa adalah bagaimana mensikapi ancaman gempa dan tsunami secara benar yang perlu disampaikan melalui edukasi di sekolah-sekolah dasar hingga menengah di area ini.
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Girls Generation Rilis Teaser FOREVER 1 untuk Comeback Mendatang
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
Purbaya Tegaskan Kebijakan Layer Tarif Cukai Rokok Berlaku Tahun Ini, Tinggal Tunggu DPR
-
Jadwal Perempat Final VNL Putri 2026, 22-23 Juli: Brasil Hadapi Jepang
-
Wali Kota Muslim New York Zohran Mamdani Batal Tangkap Benjamin Netanyahu, Kenapa?
-
Kenapa 23 Juli Diperingati sebagai Hari Anak Nasional? Begini Sejarahnya
-
Sudaryono Jadi Kepala BGN yang Baru, Dilantik Sore Ini
-
9 Jam Tangan Pintar Anti Air untuk Aktivitas Outdoor yang Murah, Mulai Rp200 Ribuan
-
Apple Naikkan Harga Langganan iCloud Plus di Indonesia Mulai Juli 2026
-
25 Link Poster Ucapan Hari Anak Nasional 2026, Desain Menarik untuk Dibagikan ke Medsos
-
DJP Bisa Intip Rekening Warga, Purbaya: Coretax Lebih Mengerikan
-
Nanik S Deyang Mundur, Puan Maharani Buka Suara Soal Isu Sudaryono Jadi Bos Baru BGN