Depok.suara.com - Israel kini terus meningkat serangan ke Jalur Gaza, Palestina, belakangan ini kembali mengalami peningkatan. Hal ini pun mendapatkan kecaman dari berbagai pihak khususnya di Indonesia.
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menilai serangan Israel ke Palestina dalam beberapa hari terakhir tidak mencerminkan komitmen pada perdamaian dunia. Apalagi, korban yang berjatuhan di antaranya adalah anak-anak.
"Meningkatnya eskalasi serangan yang dilakukan Israel terhadap Palestina dalam beberapa hari terakhir menandakan bahwa Israel tidak memiliki komitmen pada perdamaian dunia. Korban serangan Israel di Jalur Gaza tersebut ada yang anak-anak," ujar Ketua Umum PB HMI, Raihan Ariatama dalam keterangannya, Senin (8/8/2022).
Untuk merespons situasi ini, Raihan meminta Pemerintah menggalang dukungan negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) untuk mengecam serangan Israel dan mendorong gencatan senjata di Palestina.
"Sejak Indonesia merdeka, Palestina telah menjadi negara sahabat bagi Indonesia, bahkan termasuk ke dalam negara-negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia," kata Raihan.
Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) harus menyatakan sikap tegas dan mendukung kemerdekaan terhadap Palestina. Tidak hanya itu, dukungan juga harus digalang agar negara lain juga melakukan hal serupa lewat OKI ini.
"Karenanya, Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kemlu, harus aktif menggalang dukungan dari negara-negara OKI. Agar OKI memiliki sikap tegas terhadap kemerdekaan Palestina dan mengutuk keras serangan Israel dalam beberapa hari terakhir," ucapnya.
"Penyelesaian berlandaskan nir-kekerasan dan jalur diplomasi harus diupayakan bersama," tambahnya memungkasi.
Diberitakan sebelumnya, korban tewas warga Palestina akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza naik menjadi 43 orang, kata Kementerian Kesehatan, Minggu (7/8/2022).
Baca Juga: Tak Biasa, Brand Kecantikan Lokal Ini Luncurkan Produk Baru di Panti Werdha
Kementerian mengatakan, 15 anak-anak dan empat wanita termasuk di antara para korban, sementara 311 orang terluka dalam serangan itu.
Kementerian Kesehatan sebelumnya menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 41 orang. Kematian terjadi di tengah laporan bahwa mediator Mesir berhasil menengahi gencatan senjata di Gaza yang akan berlaku pada 23.30 waktu setempat.
Belum ada konfirmasi gencatan senjata dari Israel atau kelompok Jihad Islam dari laporan tersebut.
Minggu pagi, Perdana Menteri Israel Yair Lapid mengatakan serangan militer di Gaza "mencapai tujuannya".
Pesawat-pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara di Jalur Gaza pada hari Jumat mengutip apa yang dikatakan tentara sebagai "ancaman serangan" oleh kelompok Jihad Islam.
Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di seluruh wilayah Palestina menyusul penahanan Bassam al-Saadi, seorang pemimpin senior Jihad Islam, dalam serangan Israel di Kota Jenin di Tepi Barat yang diduduki awal pekan ini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Mahkamah Agung Konfirmasi Penangkapan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT KPK
-
Tiga Pemain Timnas Futsal Indonesia Cedera, Hector Souto Tidak Mau Pusing Lawan Iran
-
31 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 6 Februari 2026, Ada Ribuan Gems dan Pemain OVR 117
-
Bukan Sekadar Timbangan: Mengapa Obesitas Resmi Jadi Penyakit Kronis di 2026?
-
Program Magang Khusus AI dan B2B Solutions dari Telkom untuk Mahasiswa
-
FOMO di Kalangan Pelajar: Ancaman Tren Viral Meredupkan Budaya Literasi
-
Gempa Pacitan Robohkan Bangunan Tua hingga Timpa Kafe di Blitar, Ini Penjelasan BPBD
-
Purbaya Mau Ambil PNM, Bos Danantara: Hanya Omon-omon
-
Mengapa Banyak Orang Percaya Elite Global Adalah Reptil?
-
7 Fakta Kebakaran Dua Rumah di Pati, Ternyata Pelakunya Anak Korban