/
Rabu, 24 Agustus 2022 | 11:51 WIB
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (18/7/2022). (YouTube Sekretariat Presiden)

Depok.suara.com - Gejala lesi dan ruam di kulit, terutama pada area tangan dan wajah merupakan tanda dari infeksi cacar monyet. Karena itu, Menteri Kesehatan RI Budi Sadikin meminta masyarakat jangan khawatir.

Musababnya, Budi Sadikin menjelaskan walau gejala tersebut membuat penampilan jadi lebih buruk, tetapi setidaknya orang yang terinfeksi bisa selamat karena tingkat risiko kematian akibat cacar monyet rendah.

"Because it only affects your skin, basically. Yeah, you look ugly definitely, but at least you will survive. (Pada dasarnya itu hanya mempengaruhi kulit Anda. Benar, Anda pasti terlihat jelek, tapi setidaknya Anda bisa bertahan)," kata Budi, saat agenda The 3rd G20 Health Working Group, dikutip dari siaran YouTube Kemenkes, Selasa (23/8/2022).

Dirinya kemudian melanjutkan bahwa tingkat kematian atau fatality rate pada kasus cacar monyet secara global berkisar 0,04 hingga 0,05 persen. Hal ini berdasarkan laporan dari data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dari 39 ribu hingga 40 ribu kasus konfirmasi cacar monyet di dunia, jumlah pasien yang meninggal sebanyak 12 orang.

Selain itu jelas Budi, pasien cacar monyet yang meninggal rata-rata bukan disebabkan karena virus cacar monyet secara langsung. 

"Karena kalau di kulit kan nggak bisa bikin meninggal. Justru meninggalnya karena secondry infection, jadi sudah infeksi di kulit kemudian garuk-garuk. Kemudian infeksi masuk ke tubuh, kena infeksi bakteri paru. Jadi meninggalnya bisa karena karena pneumonia, itu kaitannya dengan meningitis, infeksi bakteri di otak," tuturnya.

Di Indonesia sendiri kasus positif cacar monyet telah terkonfirmasi pada satu orang laki-laki di Jakarta. Budi menyampaikan bahwa virus cacar monyet di Indonesia umumnya juga tidak fatal. Sehingga, ia meminta masyarakat tidak perlu terlalu khawatir.

"Kita pakai (pemeriksaan) genome sequence, cacar monyet ada dua tipe, Afrika barat dan Afrika Tengah, satu fatal, satu nggak. Yang fatal biasanya yang banyak di Eropa dan di Indonesia itu banyaknya yang gak fatal. Kita belum tahu variannya yang mana," jelas Budi.

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pencegahan tetap perlu dilakukan. Walaupun penularan cacar monyet tidak secepat infeksi Covid-19, Budi mengingatkan agar jangan lakukan kontak fisik apa pun dengan orang yang mengalami gejala cacar.

Baca Juga: 4 Kunci Hidup Bahagia Hanya dengan Bersyukur

"Penularannya terjadi ketika sudah bergejala, berbeda dengan covid saat sebelum bergejala sudah bisa menular. Kalau cacar monyet, dia harus bintik-bintik dulu, keluar nanah, baru bisa menular. Sehingga dengan demikian, menghindari jauh lebih mudah karena kita sudah tahu orang itu sudah cacar monyet," kata Budi.

Sumber: Suara.com

Load More