/
Sabtu, 03 September 2022 | 15:21 WIB
Jokowi (Instagram/Jokowi)

Depok.suara.com - Keputusan pemerintah untuk menaikkan atau mengalihkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) merupakan pilihan terakhir yang diambil. Hal ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo dalam konferensi pers, Sabtu (3/9/2022).

Jokowi menyebut, keputusan itu dibuat pemerintah dalam situasi yang sulit akibat gejolak harga minyak dunia.

"Saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM," kata Jokowi.

Dirinya menyebut pemerintah telah berupaya sekuat tenaga untuk melindungi rakyat dari gejolak tersebut supaya harga BBM di tanah air masih terjangkau.

"Saya sebetulnya ingin harga BBM di dalam negeri tetap terjangkau dengan memberikan subsidi dari APBN," ujar Jokowi.

Tetapi kilahnya anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 telah membengkak tiga kali lipat dari Rp 502,4 triliun dan angka tersebut bakal terus meningkat.

Selain itu, lebih dari 70 persen subsidi BBM justru dinikmati oleh golongan masyarakat mampu, yakni para pemilik mobil pribadi.

"Mestinya uang negara itu harus diprioritaskan untuk memberikan subsidi kepada masyarakat yang kurang mampu," kata dia.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif mengungkapkan, harga tiga jenis BBM yakni Pertalite, Solar, dan Pertamax akan naik mulai Sabtu siang ini pukul 14.30 WIB.

Baca Juga: Penyesuaian Harga BBM Dinilai Sebagai Momentum Maksimalkan Energi Baru Terbarukan

Berikut rincian kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah:

1) Harga Pertalite dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter
2) Harga Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter
3) Harga Pertamax dari Rp 12.500 menjadi Rp 14.500 per liter

Sumber: Suara.com

Load More