/
Sabtu, 03 September 2022 | 15:14 WIB
Ilustrasi energi baru terbarukan (Foto: Istimewa)

Deli.Suara.com – Pengamat isu-isu strategis, Prof. Imron Cotan menyatakan bahwa selama ini terdapat sekitar 20 persen APBN yang terkunci untuk pemberian subsidi yang tidak sehat karena tak tepat sasaran.

“Kurang lebih 20 persen dari APBN kita itu terkunci untuk subsidi, dan itu tidak sehat karena yang selama ini terjadi tidak tepat sasaran,” ucapnya dalam dialog di salah satu stasiun televisi, Sabtu (3/9/2022).

Adanya penyesuaian harga BBM subsidi yang akan dilakukan oleh pemerintah merupakan sebuah momentum terbaik untuk bisa mengalihkan APBN dan memaksimalkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT).

Saat ini pemerintah tengah berfokus untuk bisa lebih memanfaatkan dengan maksimal penggunaan EBT.

Oleh karena itu, efisiensi akan APBN harus benar-benar dilakukan dengan sebaik mungkin. Salah satunya adalah dengan melakukan penyesuaian harga BBM dan difokuskan hanya untuk masyarakat yang membutuhkan saja.

Menurutnya, harus segera dilakukan penajaman subsidi agar APBN tidak tertekan, yang mana jika hal itu tidak segera dilakukan justru kecukupan anggaran akan habis di bulan September ini.

“Ini penajaman penggunaan subsisi sehingga APBN kita tidak tertekan, yang mana sekarang ada Rp502 triliun, sudah disisihkan dan September ini akan habis. Kalau diteruskan di September, kita harus nambah lagi Rp198 triliun,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, sejatinya penggunaan minyak dengan berbahan fosil di lain sisi juga memiliki banyak dampak buruk.

Imron menambahkan, grafik harga minyak dunia sendiri terus mengalami peningkatan sejak 50 tahun terakhir.

Baca Juga: Kompol Baiquni Ajukan Banding usai Diberhentikan tidak Hormat, Begini Tanggapan Polri

Di sisi lain, keberadaan akan energi berbahan fosil sangatlah terbatas jika terus menerus dieksploitasi dan mampu memproduksi karbondioksida yang meracuni.

Ia memaparkan, bahwa pemerintah RI memiliki target supaya bisa melakukan 30 persen reduksi emisi karbon untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Sementara, hal tersebut akan sulit dicapai apabila APBN terus terkunci hanya untuk memberikan subsidi BBM.

“Oleh karena itu, momentum strategis ini harus dimanfaatkan untuk mengalihkan atau setidaknya membaurkannya dengan energi terbarukan, menuju pada secara total menggunakan energi baru dan terbarukan,” tandasnya.

Sumber: Suara.com 

Load More